Pencarian

Sekuritas Preferen Strategy (STRC) Jatuh di Bawah $99, Skema Dividen Harian Strive Mulai Curi Perhatian Investor

Jumat, 29 Mei 2026 • 20:34:01 WIB
Sekuritas Preferen Strategy (STRC) Jatuh di Bawah $99, Skema Dividen Harian Strive Mulai Curi Perhatian Investor
Harga sekuritas preferen STRC Strategy turun di bawah nilai par $99.

Strategy (MSTR) menghadapi tekanan ganda pada instrumen keuangan andalannya. Sekuritas preferen abadi (perpetual preferred security) bertajuk STRC yang dirancang untuk diperdagangkan dekat nilai par $100, kini kesulitan bertahan di level tersebut. Data menunjukkan STRC sempat menyentuh $97,11 sebelum ditutup di $98,57, memicu pertanyaan tentang efektivitas program at-the-market (ATM) yang selama ini menjadi andalan perusahaan untuk mengumpulkan modal.

Cadangan Kas Hanya Bertahan Enam Bulan untuk Bayar Dividen

Masalah utama Strategy bukan hanya pada harga STRC. Perusahaan baru saja menghabiskan $1,5 miliar untuk membeli kembali utang konversi berbunga 0% yang jatuh tempo 2029. Pembelian kembali ini menggunakan dana dari cadangan dolar AS, sehingga posisi kas perusahaan langsung tergerus dari sekitar $2,25 miliar menjadi hanya $871 juta.

Dengan kewajiban dividen tahunan untuk sekuritas preferen yang mencapai sekitar $1,7 miliar, dana yang tersisa saat ini hanya cukup untuk menutup pembayaran selama enam bulan. Padahal, cadangan tersebut awalnya dirancang untuk menopang kewajiban dividen selama 24 bulan penuh.

Executive Chairman Michael Saylor, dalam wawancara dengan CoinDesk, menyebutkan beberapa opsi untuk menambal lubang kas. Mulai dari menjual bitcoin, menerbitkan saham MSTR baru ketika harga saham berada di atas 1,22x kelipatan nilai aset bersih (NAV), hingga kembali menerbitkan STRC. Saylor menekankan bahwa setiap keputusan akan dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap rasio bitcoin per saham.

Strive Pamer Dividen Harian, Harga Sekuritas Tetap Stabil

Sementara Strategy bergulat dengan tekanan likuiditas, Strive Asset Management justru menunjukkan performa yang kontras. Sekuritas preferen abadi milik Strive, SATA, berhasil bertahan ketat di sekitar nilai par $100 dalam dua pekan terakhir, bahkan saat harga bitcoin terkoreksi.

Kunci stabilitas SATA ada pada imbal hasil dividen sekitar 13% yang kompetitif, ditambah rencana perusahaan untuk memperkenalkan pembayaran dividen harian. Meski mekanisme ini belum resmi berjalan, investor sudah bereaksi positif dan menganggapnya sebagai fitur penstabil harga.

Strive juga telah melunasi seluruh utang yang diwarisi dari akuisisi Semler Scientific—langkah yang persis sedang diupayakan Strategy melalui pembelian kembali utang konversi baru-baru ini. Hasilnya, pasar memberikan premi yang signifikan: harga saham Strive melonjak sekitar 110% dalam tiga bulan terakhir, jauh di atas kenaikan MSTR yang hanya 12% dan bitcoin yang naik 8% di periode yang sama.

Tekanan Musiman dan Efek Ex-Dividend Ikut Bebani STRC

Pelemahan STRC bukan semata karena fundamental. Secara historis, sekuritas ini cenderung mengalami tekanan jual saat bitcoin melemah dan beberapa hari setelah tanggal ex-dividend. Efek ex-dividend biasanya memicu penyesuaian harga yang mencerminkan nilai dividen yang telah dibayarkan, sementara koreksi bitcoin mengurangi selera investor terhadap sekuritas terkait Strategy.

Kondisi ini menempatkan Strategy pada posisi sulit. Untuk terus menerbitkan saham melalui program ATM, harga STRC harus dijaga mendekati $100. Namun dengan cadangan kas yang menipis, ketidakpastian sumber pendanaan dividen, serta persaingan dari Strive yang menawarkan struktur lebih stabil, pertanyaan besar kini menggantung: seberapa lama Strategy bisa mempertahankan ilusi stabilitas itu?

Penulis artikel ini memiliki saham di Strategy (MSTR).

Bagikan
Sumber: coindesk.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks