SUMATERA BARAT — Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengonfirmasi penghentian operasi di West Qurna terjadi beberapa hari setelah perang meletus. Pemerintah Irak langsung turun tangan dengan mengeluarkan kebijakan darurat yang berdampak pada seluruh kontraktor minyak asing di negara itu.
Kebijakan Darurat Irak dan Dampaknya ke Kontraktor Asing
"Beberapa hari setelah perang, pemerintah Irak [mengeluarkan kebijakan yang menghentikan sementara operasi]," ujar Awang dalam pernyataan resmi, Selasa (2/6/2026). Langkah itu diambil untuk mengamankan aset dan personel di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung.
PHE merupakan subholding upstream Pertamina yang mengelola sejumlah aset minyak dan gas di luar negeri, salah satunya West Qurna. Ladang yang terletak di selatan Irak ini menyumbang volume produksi yang signifikan bagi portofolio internasional perusahaan.
Tekanan pada Target Produksi Hulu Pertamina
Hilangnya 100.000 barel per hari dari West Qurna jelas menjadi pukulan bagi PHE. Angka itu setara dengan sebagian kecil dari total produksi minyak nasional yang saat ini terus digenjot pemerintah untuk mencapai target satu juta barel per hari.
Belum ada pernyataan resmi dari Pertamina mengenai langkah mitigasi jangka pendek untuk menutup kekurangan pasokan tersebut. Namun, konflik Iran-AS yang melibatkan kawasan Teluk membuat prospek pemulihan operasi di Irak masih sulit diprediksi.
Konflik Geopolitik Mengancam Ketahanan Energi
Perang antara Iran dan Amerika Serikat tidak hanya menghentikan produksi West Qurna, tetapi juga mengganggu rantai pasok minyak global. Sejumlah negara penghasil minyak utama di Timur Tengah berada dalam siaga tinggi, sementara harga minyak mentah dunia melonjak dalam beberapa pekan terakhir.
Bagi Indonesia, gangguan ini menjadi pengingat akan kerentanan pasokan energi nasional yang masih bergantung pada impor dan investasi di luar negeri. Pemerintah dan Pertamina kini dihadapkan pada tekanan untuk mempercepat pengembangan lapangan-lapangan minyak domestik sebagai alternatif.
Awang belum memberikan gambaran kapan operasi West Qurna bisa kembali normal. Yang jelas, selama konflik belum mereda, 100.000 barel per hari dari Irak akan terus hilang dari neraca produksi PHE.