PADANG — Rombongan Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, bersama jajaran kementerian dan Pemprov Sumatera Barat, memulai peninjauan di koridor Lembah Anai. Lokasi ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah tengah dan utara Sumbar, yang selama ini rawan longsor dan kemacetan.
Dalam kunjungan tersebut, Hutama Karya memaparkan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sicincin–Padang sepanjang 36 kilometer yang telah beroperasi. Rombongan juga mengecek langsung rencana lanjutan pembangunan tol Bukittinggi–Sicincin sepanjang 41,10 kilometer yang merupakan bagian dari jaringan tol Pekanbaru–Padang.
Konektivitas Lembah Anai–Tol Sicincin: Akses Alternatif Rawan Bencana
Abdul Malik Sadat Idris menegaskan bahwa penanganan koridor Lembah Anai tidak hanya soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi akses alternatif saat bencana. “Apabila koridor Bukittinggi–Sicincin terhubung dengan ruas Sicincin–Padang, jaringan tol di Sumatera Barat akan berfungsi lebih utuh, baik dalam mempercepat arus logistik maupun menjadi akses alternatif yang lebih andal pada wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai,” ujarnya.
Data di lapangan menunjukkan, sejak akses Lembah Anai dibuka kembali, trafik di Tol Sicincin–Padang melonjak lebih dari 80 persen dibandingkan trafik normal. Lonjakan ini terjadi pada periode libur panjang akhir pekan lalu, menjadikan ruas tersebut sebagai yang tertinggi pertumbuhannya di lingkungan Hutama Karya.
Progres Flyover Panorama I: 18,75 Persen, Lahan Tuntas 100 Persen
Pada hari berikutnya, rombongan Bappenas meninjau pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik yang dikerjakan oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL). Proyek ini menjadi prioritas karena koridor Padang–Solok memiliki geometrik jalan menantang dan risiko kecelakaan tinggi.
Hingga 25 Mei 2026, progres fisik flyover mencapai 18,755 persen, sementara pengadaan lahan telah rampung seratus persen. Direktur HPSL, Michael Arthur Paulus Rumenser, menyebut flyover ini sebagai langkah awal menuju koridor transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan di kawasan Sitinjau Lauik.
Berapa Efisiensi yang Diharapkan dari Tol Bukittinggi–Sicincin?
Berdasarkan kajian perencanaan, ruas Bukittinggi–Sicincin berpotensi memberikan penghematan waktu tempuh hingga 55,91 persen dan penghematan jarak perjalanan sebesar 8,88 persen. Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyatakan bahwa koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di Sumbar berjalan optimal.
“Kami siap mendukung agenda tersebut melalui pelaksanaan proyek yang andal, adaptif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang,” kata Iwan. Ke depan, jika seluruh ruas tersambung, jaringan tol di Sumatera Barat akan terintegrasi penuh dengan Tol Trans Sumatera di Riau, membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru dan peningkatan kunjungan wisata.