Bagi para penggila Destiny 2, kabar bahwa Bungie akan menghentikan dukungan konten besar untuk game ini terdengar seperti tamparan. Tapi bagi mereka yang sudah bertahun-tahun terjebak dalam siklus power grind dan mekanik live service yang melelahkan, pengumuman itu justru terasa seperti napas lega. "Saya merasa lega," tulis seorang pemain veteran dalam analisisnya, "akhirnya kami bisa move on."
71 Halaman Patch Note untuk Satu Perpisahan
Update terakhir Destiny 2 bukan sekadar tambal sulam kecil. Bungie merilis 71 halaman catatan perubahan—sekitar 17.000 kata—yang berisi fitur-fitur yang selama bertahun-tahun diminta komunitas. Sparrow Racing dari Destiny 1 kembali, hadir mode Pantheon yang menghadirkan kembali bos-bos raid yang sudah divault, dan yang terpenting: sistem anti-champion mods dirombak total agar terikat langsung ke frame senjata.
Pemain kini bisa memilih antara tujuh artifact berbeda, bukan lagi terpaku pada satu set seasonal buff. Sistem gear tier yang membingungkan disederhanakan, dan semua senjata eksotis yang belum punya catalyst akhirnya mendapatkannya. Bahkan Gambit, mode yang kerap dianggap anak tiri, mendapat perhatian.
Kebebasan dari Belenggu Live Service
Yang membuat situasi ini pahit-manis adalah bahwa semua peningkatan kualitas hidup ini datang di saat game sudah tidak akan menerima konten baru lagi. "Seandainya dari dulu begini," keluh banyak pemain. Tapi bagi pendatang baru, inilah saat paling ideal untuk memulai. Tidak ada lagi tekanan mengejar power level musiman yang absurd, tidak ada grind tanpa tujuan.
Bungie juga menambahkan 300 slot penyimpanan tambahan dan delapan slot loadout baru. Fitur attunement yang diperluas memungkinkan pemain menargetkan farm item tertentu dengan lebih efisien. "Ini adalah versi Destiny 2 yang paling membebaskan," tulis sang jurnalis, "Bungie seperti membuka kunci game ini."
Gajah di Ruangan: Red War yang Tak Kunjung Kembali
Tentu ada satu kekecewaan besar: kampanye Red War—fondasi naratif Destiny 2—tetap tidak bisa dimainkan. Bungie mengakui tidak mampu mengembalikannya karena alasan teknis; versi baru game ini, menurut pengakuan tidak resmi, "disatukan dengan tali dan lakban." Sebagai gantinya, studio merilis collection bundle yang mencakup semua ekspansi yang tersedia dengan diskon besar-besaran.
Meski begitu, bagi mereka yang sudah menyelesaikan hampir semua konten, masih ada tantangan baru: eksotis anyar, build segar, dan waktu untuk menaklukkan solo dungeon yang selama ini ditunda. Destiny 2 mungkin akan berakhir sebagai live service, tapi sebagai game, ia belum pernah sebaik ini untuk dinikmati.