PARIK MALINTANG — Sebanyak 111 peserta dari unsur pemerintah daerah, TP PKK, organisasi wanita, Baznas, puskesmas, hingga Forum Wali Nagari mengikuti Pertemuan GENTING 2026 di Parit Malintang, Jumat. Program ini merupakan salah satu 'Quick Win' dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang dirancang untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting.
Bantuan Tak Sekadar Nutrisi, tapi Juga Sanitasi dan Ekonomi
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Padang Pariaman Azwarman menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya pemenuhan kebutuhan nutrisi. Dukungan non-nutrisi seperti akses air bersih, sanitasi layak, edukasi pengasuhan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga juga menjadi bagian dari program ini.
"Menjadi orang tua asuh bukan hanya memberi bantuan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan masa depan anak-anak kita," kata Wakil Bupati Rahmat Hidayat saat membuka pertemuan tersebut.
Intervensi Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Rahmat menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak. Dampaknya meluas ke perkembangan otak, kualitas sumber daya manusia, dan produktivitas generasi mendatang. Karena itu, intervensi harus dilakukan sejak awal, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari implementasi percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Target: Memperbanyak Pendamping dari Berbagai Kalangan
Melalui GENTING, Pemkab Padang Pariaman menargetkan semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapatkan pendampingan dan bantuan dari para orang tua asuh. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga media massa.
Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah daerah berharap gerakan kolaboratif ini dapat memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.