Pencarian

16 Paket Perbaikan Irigasi di Padang Disiapkan Pascabencana Banjir Bandang, Petani Jadi Prioritas

Minggu, 14 Juni 2026 • 19:00:01 WIB
16 Paket Perbaikan Irigasi di Padang Disiapkan Pascabencana Banjir Bandang, Petani Jadi Prioritas
Pemerintah Kota Padang menyiapkan 16 paket perbaikan irigasi pascabanjir bandang.

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menyiapkan 16 paket pekerjaan fisik untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Anggaran perbaikan ini bersumber dari dana transfer ke daerah (TKD) yang dialokasikan dalam anggaran pergeseran Dinas PUPR Kota Padang. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan petani di sejumlah kawasan yang lahannya sempat mengering karena saluran irigasi terputus.

Paket Perbaikan Meliputi Irigasi Sungkai hingga Lolo Kecil

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, menyebutkan belasan paket tersebut mencakup rehabilitasi saluran irigasi Sungkai, pembersihan saluran sekunder Sungai Latung, serta perbaikan saluran irigasi Limau Manis dan Lubuk Langan. Beberapa titik lain yang masuk daftar prioritas adalah irigasi Koto Lalang, irigasi Beringin, dan saluran irigasi Lolo Kecil.

“Dokumen perencanaan ditargetkan rampung pekan depan agar bisa langsung dilelang,” kata Well Off Sanora di Padang, Minggu.

Pengerjaan Darurat Sudah Dimulai Sejak DPA Ditandatangani

Agar petani tidak menunggu lama selama proses lelang, pemerintah daerah menyiapkan langkah darurat menggunakan dana operasional dan pemeliharaan. Pengerjaan fisik di lapangan langsung dimaksimalkan setelah dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.

“Untuk operasional dan pemeliharaan, kita sudah. Pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan terhitung sejak DPA pergeseran ditandatangani,” ujar Sanora.

Kawasan Terdampak: Lubuk Minturun hingga Gunung Nago

Bencana banjir bandang yang melanda akhir November 2025 memutus sejumlah saluran irigasi di kawasan Lubuk Minturun, Guo, dan Gunung Nago. Areal persawahan di daerah itu sempat tidak teraliri air, sehingga produktivitas petani terganggu. Pemerintah memprioritaskan pemulihan di pusat-pusat pertanian yang terdampak parah agar lahan bisa segera digarap kembali.

Dalam proses pemulihan ini, Dinas PUPR Kota Padang berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumatera Barat.

Target: Petani Kembali Garap Lahan dalam Waktu Dekat

Well Off Sanora menegaskan bahwa gerak cepat menjadi fokus utama pemerintah menyikapi keluhan petani. Intervensi berskala pemeliharaan ini diarahkan langsung ke titik-titik yang paling parah terdampak. “Tujuan kita agar petani tidak menunggu terlalu lama selama proses lelang berjalan,” katanya.

Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan areal persawahan yang sempat mengering bisa kembali teraliri air secara normal dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks