LUBUK BASUNG — Rapat Koordinasi Lingkup Pertanian yang digelar di Lubuk Basung, Rabu (17/6/2026), menjadi ajang penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah. Bupati Agam, Benni Warlis, menyebut bencana yang melanda beberapa bulan lalu justru menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
"Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan stok, melainkan kemampuan kita menjaga keberlanjutan produksi di tengah ancaman perubahan iklim," ujar Benni Warlis dalam sambutannya.
Anggaran Rp29 Miliar untuk Rehabilitasi dan Optimasi Lahan
Bantuan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian dialokasikan untuk sejumlah program prioritas. Rehabilitasi lahan sawah seluas 311 hektare menjadi sasaran utama, ditambah optimasi lahan seluas 387 hektare. Selain itu, pemerintah pusat juga mendanai pembangunan infrastruktur pendukung seperti dam parit, irigasi perpompaan, dan perpipaan.
Tidak berhenti di situ, program optimasi lahan non-rawa seluas 1.000 hektare kini tengah berjalan. Persetujuan tambahan untuk rehabilitasi 250 hektare lahan sawah juga sudah dikantongi pemkab.
Dukungan Sektor Perkebunan: Bibit Unggulan hingga Peremajaan Sawit
Di sektor perkebunan, pemerintah pusat mengirimkan bantuan bibit komoditas unggulan seperti kopi, tebu, dan kayu manis. Sementara itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mengucurkan dana Rp43 miliar untuk program peremajaan sawit rakyat seluas 250 hektare.
Benni Warlis menegaskan bahwa keberhasilan program-program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Ia menyoroti peran vital penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak di lapangan.
Penyuluh Diminta Tetap Fokus Meski Status Kepegawaian Berubah
Meski ada perubahan status kepegawaian menyusul Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025, Bupati Agam meminta para penyuluh tidak goyah. "Status administrasi boleh berubah, namun dedikasi kepada petani Agam harus tetap menjadi komitmen bersama," tegasnya.
Ia optimistis, dengan kerja keras dan integrasi program yang baik, sektor pertanian Agam akan kembali bangkit. "Lebih tangguh, dan mampu berkontribusi nyata bagi swasembada pangan nasional," pungkas Benni Warlis.
Rakor ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan agar bantuan pemerintah tepat sasaran. Targetnya, kesejahteraan petani di Kabupaten Agam segera pulih dan meningkat dalam waktu dekat.