Pencarian

Menteri KP2MI Pastikan ART Asal Indonesia Korban Penganiayaan di Malaysia dalam Kondisi Baik, Proses Hukum Berjalan

Rabu, 17 Juni 2026 • 06:52:01 WIB
Menteri KP2MI Pastikan ART Asal Indonesia Korban Penganiayaan di Malaysia dalam Kondisi Baik, Proses Hukum Berjalan
Menteri KP2MI memastikan kondisi ART korban penganiayaan di Malaysia dalam keadaan stabil dan mendapat layanan konsuler.

SUMATERA BARAT — Mukhtarudin mengonfirmasi kondisi YY saat ini stabil dan telah mendapat akses layanan konsuler. "Kami terus memantau perkembangan kasus ini. Yang terpenting, korban dalam keadaan baik dan mendapatkan perlindungan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/4).

Dua Opsi Perlindungan: Pemulangan atau Tetap di Shelter

Pemerintah Indonesia, melalui KBRI Kuala Lumpur, telah menyediakan rumah aman bagi YY selama proses hukum berlangsung. Tim perlindungan juga mendampingi korban untuk memberikan dukungan psikologis dan hukum.

Mukhtarudin menyebut opsi pemulangan ke Indonesia sudah disiapkan. Namun, keputusan akhir tetap menunggu perkembangan proses hukum di Malaysia dan kesiapan korban. "Kami fasilitasi pemulangan kapan pun diminta, tapi kami juga pastikan hak-hak hukumnya tidak dirugikan jika pulang sebelum proses selesai," tambahnya.

Proses Hukum Berjalan, Otoritas Malaysia Diminta Bertindak Tegas

Kementerian P2MI mendorong aparat penegak hukum Malaysia untuk memproses kasus ini secara transparan dan memberikan hukuman setimpal bagi majikan pelaku kekerasan. Kasus penganiayaan terhadap pekerja rumah tangga asal Indonesia masih menjadi persoalan berulang di Malaysia, meski kedua negara memiliki nota kesepahaman perlindungan pekerja domestik.

Data Kementerian P2MI mencatat, sepanjang 2024 terdapat puluhan kasus kekerasan terhadap pekerja migran Indonesia di Malaysia yang ditangani melalui jalur diplomatik dan hukum. Sebagian besar kasus berakhir dengan pemulangan korban dan pemutusan hubungan kerja sepihak.

Pemerintah Perketat Pengawasan Sebelum Pemberangkatan

Mukhtarudin menekankan pentingnya pengawasan sejak tahap rekrutmen dan pemberangkatan untuk menekan angka kekerasan terhadap pekerja migran. Pemerintah telah menerapkan sistem verifikasi ketat terhadap calon majikan di negara penempatan, termasuk Malaysia.

"Kami tidak ingin kasus seperti ini terus terulang. Pengawasan harus diperkuat, dan pelaku harus dihukum maksimal," tegasnya.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks