SUMATERA BARAT — Laga pembuka Piala AFF 2026 menjadi ujian pertama Garuda di bawah asuhan John Herdman. Bukan sekadar soal tiga poin, konsistensi permainan di 90 menit awal akan menentukan peta jalan Indonesia menuju trofi yang belum pernah diraih dalam 15 edisi sebelumnya.
Rekor Sempurna yang Mulai Terkikis
Secara head-to-head, Indonesia tak pernah kalah dari Kamboja sepanjang sejarah Piala AFF. Enam pertemuan selalu berakhir dengan kemenangan Garuda. Namun tren margin gol jadi alarm: dari kemenangan 8-0 pada 2004, menciut menjadi 2-1 pada pertemuan terakhir di edisi 2022.
Penurunan dominasi ini yang coba dipulihkan Herdman. Laga melawan Kamboja bukan cuma soal memperpanjang rekor, melainkan mengirim sinyal ke pesaing Grup A bahwa Indonesia siap bersaing ketat.
Beban Sejarah 30 Tahun dan Harapan di Pundak Herdman
Enam kali runner-up dan nol gelar — predikat "spesialis juara kedua" terus menghantui. Kini John Herdman, pelatih yang membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, menjadi tumpuan untuk memutus rantai tersebut.
Pelatih asal Inggris itu memboyong skuad campuran: pilar langganan seperti Rizky Ridho, Ragnar Oratmangoen, dan Jordi Amat, plus nama anyar seperti Rayhan Hannan, Beckham Putra, hingga Jens Raven.
Modal TC Bali dan Pernyataan Nadeo
Persiapan terbilang matang. Timnas menjalani pemusatan latihan tiga pekan di Bali dan mengalahkan Bali United 3-0 dalam uji coba. Fondasi organisasi permainan bentukan Herdman mulai terlihat.
Kiper Nadeo Argawinata menyuarakan optimisme di sesi jumpa pers, Minggu (26/7). "Tentang 30 tahun kita mengikuti Piala AFF tapi belum pernah sekalipun juara, saya rasa dengan hadirnya Coach John sekarang dan apa yang dia bawa, kita fokus selama di Bali untuk membangun koneksi (build the connection)," ujarnya.
Tekanan Ekstra dari Hasil Vietnam
Vietnam langsung memuncaki klasemen Grup A usai menghajar Timor Leste 7-0. Hasil itu membuat Indonesia tak punya pilihan lain selain mencetak kemenangan besar atas Kamboja. Jika hanya menang tipis, selisih gol bisa jadi bumerang di akhir fase grup.
Laga di Stadion Pakansari akan menjadi panggung pertama Herdman di kancah Asia Tenggara. Garuda diharapkan tak sekadar menang, tapi tampil dominan dari penguasaan bola, efektivitas serangan, hingga disiplin pertahanan.