BATUSANGKAR — Pemkab Tanah Datar tak hanya fokus pada perbaikan fisik pascabencana. Bersamaan dengan pemulihan jalur transportasi, pemerintah daerah menguji coba paket perlindungan bagi petani agar produksi pangan tidak terganggu.
Paket Bantuan untuk Petani: dari Membajak hingga Asuransi
Sejumlah program langsung menyasar sektor pertanian. Layanan membajak sawah gratis, bantuan tanam padi gratis, hingga pendaftaran asuransi pertanian tengah diujicobakan untuk mengantisipasi risiko gagal panen.
“Perantau memiliki peran strategis sebagai tempat bertanya, berdiskusi, dan penyokong pembangunan daerah. Sinergi ini menjadi kekuatan utama Tanah Datar untuk bangkit,” ujar Eka Putra dalam peringatan Milad ke-1 Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Tegal di Gedung Yaumi.
Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas Utama
Bupati menegaskan percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan yang rusak akibat galodo terus diprioritaskan. Langkah ini berjalan berdampingan dengan upaya menjaga ketahanan ekonomi warga di kampung halaman.
Ketua IKTD Kabupaten Tegal, Hasdiwarman, menyatakan para perantau siap memberikan kontribusi nyata. Filosofi Dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang menjadi pegangan bahwa organisasi ini akan menjadi penyambung aspirasi dan sarana pengabdian bagi Tanah Datar.
Capaian 25 Ribu Anak Penghafal Al-Qur'an
Di luar sektor infrastruktur dan ekonomi, Pemkab Tanah Datar juga memaparkan capaian di bidang sumber daya manusia. Program Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizhah telah mencetak 25 ribu anak penghafal Al-Qur'an di seluruh wilayah Luhak Nan Tuo hingga pertengahan 2026.
Acara silaturahmi tersebut turut diisi ceramah agama oleh Ustadz Bin Ahmad Bin Muhammad Basalamah. Hadir pula Asisten Administrasi Umum Pemkab Tegal Muhammad Budi Eko, Asisten Administrasi Umum Setda Tanah Datar Sri Mulyani, dan Ketua DPP IKTD Jabodetabek Yuherman.