JAKARTA — Rapat terbatas Perbaikan Tata Kelola MBG yang digelar Rabu lalu di Jakarta menyepakati dua tahapan prioritas penataan. Keputusan ini diambil untuk memastikan program andalan Presiden berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dua Tahap Prioritas: Wilayah Stunting vs Wilayah Padat Penduduk
Zulkifli Hasan menjelaskan, pembenahan 13.000 titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dibagi berdasarkan urgensi. Wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, seperti Papua Pegunungan dan NTT, mendapat target penyelesaian paling cepat, yakni satu bulan.
"Sebagian besar titik pelayanan lainnya yang tersebar di Jawa dan Sumatera memerlukan waktu evaluasi hingga dua bulan mendatang untuk memastikan kesiapan operasionalnya," kata Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Data 63 Juta Penerima Manfaat Akan Dimutakhirkan dalam Sebulan
Rapat lintas kementerian dan lembaga juga menyepakati target pemutakhiran data sebanyak 63 juta penerima manfaat. Reposisi sasaran penerima MBG ditargetkan rampung dalam tenggat waktu satu bulan. Hal ini menjadi kunci agar bantuan tepat menyasar kelompok yang membutuhkan.
"Perintah Bapak Presiden semua dikasih kecuali yang tidak mau, misalnya SMA-SMA yang bagus, yang sudah sarapannya bagus, ya enggak apa-apa. Tapi bukan berarti pemerintah tidak mengasih," tegas Zulkifli.