Pencarian

Tiga Jorong di Agam Simpan Sejarah Panjang, Anak Nagari Desak Hari Jadi III Koto Silungkang Ditetapkan

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:52:31 WIB
Tiga Jorong di Agam Simpan Sejarah Panjang, Anak Nagari Desak Hari Jadi III Koto Silungkang Ditetapkan
Warga menyusuri area persawahan di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

AGAM — Di balik hamparan sawah dan udara sejuk Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terdapat nagari tua yang menyimpan kisah panjang peradaban Minangkabau. Nagari III Koto Silungkang, yang kini menikmati kehidupan damai, ternyata lahir dari perjuangan berat para perintis yang menembus rimba belantara ratusan tahun silam.

Kisah ini bermula dari migrasi lokal para leluhur yang membawa darah panaruko dari wilayah inti Luhak Agam, jantung peradaban Minangkabau. Kawasan seperti Kamang, Tilatang, Matua, hingga Palupuah disebut sebagai titik awal keberangkatan rombongan perintis tersebut.

Menelusuri Jejak Perjuangan Leluhur di Palembayan

Berdasarkan tambo lisan yang diwariskan turun-temurun, perjalanan para pambuka koto itu bukanlah perkara mudah. Mereka harus membabat hutan lebat, menyeberangi anak sungai, dan berhadapan dengan ancaman alam demi membuka lahan baru di belantara Palembayan.

Jerih payah para pancacak jerami itu akhirnya membuahkan hasil. Terbentanglah garis batas ulayat yang melingkupi tiga pemukiman utama, yang kini dikenal sebagai Jorong Silungkang, Jorong Tantaman, dan Jorong Gumarang. Ketiganya kemudian dipersatukan dalam ikrar persekutuan luhur hingga menjadi Nagari III Koto Silungkang.

Warisan Budaya yang Masih Hidup Hingga Kini

Dari tetesan keringat para leluhur, lahirlah tatanan kaum, suku, balai adat, hingga masjid tua yang menjadi ruang bersujud. Salah satu warisan yang paling berharga adalah sastra lisan Tupai Janjang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

“Pengorbanan niniak moyang kita di masa lalu bukanlah hal yang mudah. Mereka menembus hutan belantara, berhadapan dengan ancaman alam demi memastikan anak cucu di masa depan menerima warisan ulayat, identitas dan tempat pulang,” ungkap A. Efendi, salah seorang anak nagari sekaligus pegiat kekuasaan adat Minangkabau, Senin (3/8/2026).

Mengapa Penetapan Hari Jadi Nagari Mendesak?

Efendi menegaskan bahwa menetapkan hari jadi nagari bukan sekadar seremonial belaka. Langkah ini merupakan wujud bakti dan doa kepada para niniak moyang yang telah berkorban membuka lahan. Ia mengibaratkan generasi kini sedang memetik buah dari pohon yang tidak pernah ditanam, dan meminum air sumur yang tidak pernah digali.

“Rasanya seakan kufur budi kita ini selaku anak cucu atau masyarakat adat nagari jika nama dan perjuangan para leluhur terkubur begitu saja tanpa pernah dikenang,” kata Efendi.

Menurutnya, selama ini masyarakat tidak pernah lupa mengibarkan Sang Saka Merah Putih untuk merayakan kemerdekaan bangsa. Namun, mengenang hari berdirinya nagari yang lahir dari perjuangan leluhur dinilai sama pentingnya untuk menjaga marwah dan identitas.

Langkah Awal yang Bisa Dilakukan Anak Nagari

Upaya pelestarian sejarah ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Masyarakat adat, baik yang menetap di kampung halaman maupun perantau, dapat mulai mendengar dan mencatat kembali penuturan tambo lisan dari para tetua yang masih ada. Menyusuri kembali garis sejarah manaruko dari Luhak Nan Tigo hingga terbentuknya Tigo Koto juga menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan.

“Mengingat jasa nan luas, mengenang budi nan tinggi, mari kita bersama-sama menyingkap kembali lipatan sejarah Nagari III Koto Silungkang. Sebab nagari yang bermartabat adalah nagari yang tidak pernah melupakan tetesan keringat para perintisnya,” ajak Efendi.

Desakan penetapan hari jadi ini menjadi pengingat bahwa di tengah arus modernisasi, sejarah lokal sering kali terlupakan. Padahal, di dalamnya tersimpan nilai-nilai perjuangan yang relevan untuk generasi penerus. (and)

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lintastiga.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks