Pencarian

Pemprov Sumbar Tunjuk SMAN 8 Padang sebagai Sekolah Penyelenggara PJJ, Gubernur Sebut Solusi untuk Daerah Terpencil

Senin, 03 Agustus 2026 • 21:44:01 WIB
Pemprov Sumbar Tunjuk SMAN 8 Padang sebagai Sekolah Penyelenggara PJJ, Gubernur Sebut Solusi untuk Daerah Terpencil
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PJJ Tahun 2026 secara virtual dari Padang, Senin (3/8/2026).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memastikan pihaknya serius menjalankan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang pendidikan menengah. Komitmen itu disampaikan saat mengikuti Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PJJ Tahun 2026 secara virtual dari Padang, Senin (3/8/2026).

Program ini dinilai menjadi jawaban atas persoalan geografis yang selama ini menghambat anak-anak di pelosok mendapatkan hak pendidikan. Mahyeldi menyebut, inisiatif dari Kemendikdasmen ini adalah harapan besar agar tidak ada lagi warga yang tertinggal.

SMAN 8 Padang Jadi Percontohan Pertama

Pemprov Sumbar tidak hanya menyambut baik program ini, tetapi juga menyiapkan infrastruktur pendukung. SMAN 8 Padang telah ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara PJJ karena dinilai memiliki kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah memfasilitasi masyarakat di pelosok agar memperoleh layanan pendidikan yang setara. Program ini menjadi harapan besar agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dan tidak mendapatkan hak atas pendidikan," ujar Mahyeldi dalam sambutannya.

Ke depan, pelaksanaan program ini akan diperluas secara bertahap. Pemprov berkoordinasi dengan sejumlah SMA di berbagai kabupaten dan kota untuk menjaring lebih banyak calon peserta didik.

Libatkan Konten Kreator Lokal untuk Sosialisasi

Agar informasi program ini menjangkau masyarakat luas, Pemprov Sumbar tidak hanya mengandalkan sosialisasi konvensional. Sosialisasi berjenjang dilakukan mulai dari lurah di Kota Padang, camat, hingga wali nagari dan pemerintah kabupaten/kota.

Langkah lain yang ditempuh adalah menggandeng konten kreator lokal. Mereka diminta membantu menyebarluaskan informasi PJJ melalui berbagai platform digital. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan minat calon siswa, terutama di daerah yang akses informasinya masih terbatas.

Selaras dengan Program Nagari Creative Hub

Mahyeldi menilai pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan ini sejalan dengan program unggulan Pemprov Sumbar, yakni Nagari Creative Hub. Program tersebut memang dirancang untuk memperkuat literasi digital hingga tingkat nagari.

"Pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik program ini dan berkomitmen memaksimalkan pelaksanaannya agar dapat menjangkau nagari-nagari dan desa-desa di seluruh Sumatera Barat. Kami optimistis program ini akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia," tegasnya.

Dengan dukungan infrastruktur komunikasi yang terus dikembangkan, PJJ diyakini mampu memperkuat pemerataan layanan pendidikan. Pembukaan MPLS PJJ tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. [*/adpsb]

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: padangkita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks