Pencarian

SD Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Padukan Salat Dhuha Berjamaah dan Literasi di Saung Edukasi

Kamis, 06 Agustus 2026 • 17:54:31 WIB
SD Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Padukan Salat Dhuha Berjamaah dan Literasi di Saung Edukasi
Santri SD Akhlak Cendekia Muslim melaksanakan salat Dhuha berjamaah di masjid sekolah pada Kamis (tanggal).

SIJUNJUNG — Suasana perbukitan yang sejuk menyambut para santri SD Akhlak Cendekia Muslim yang tiba di Jalan Cendekia Muslim sejak pukul 07.15 WIB. Memasuki hari keempat pekan efektif sekolah, mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk disiplin diri sekaligus memperluas wawasan keilmuan.

Kegiatan Kamis ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama adalah "Hari Pembiasaan Sunnah" yang diisi salat Dhuha berjamaah di masjid dan aula sekolah, dilanjutkan pembacaan zikir pagi serta murajaah hafalan Al-Qur'an. Sesi kedua, "Kamis Literasi", mengajak para santri membaca buku bertema sains dan kisah teladan Islami di saung-saung edukasi yang tersebar di area terbuka hijau.

Mengapa Belajar di Saung Terbuka Lebih Efektif?

Kepala SD Akhlak Cendekia Muslim, Ustadzah Diva, menyebut konsistensi dalam ibadah sunnah menjadi kunci pembentukan disiplin diri para santri. Adapun kegiatan literasi di ruang terbuka dinilai meningkatkan fokus anak karena mereka bisa menghirup udara segar khas Sijunjung yang masih asri.

Setelah membaca, para santri kelas tinggi (IV-VI) diminta merangkum isi buku dalam jurnal harian. Mereka kemudian mempresentasikan hasil bacaannya di depan adik-adik kelas, sebuah proses yang melatih kemampuan berbicara di depan umum dan rasa percaya diri sejak dini.

Fasilitas Baru untuk Menunjang Kegiatan Belajar

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menegaskan bahwa lingkungan yang kondusif akan mempercepat penyerapan ilmu pengetahuan. Dalam kunjungannya Kamis ini, ia menyoroti pembangunan akses gerbang utama yang baru diresmikan perangkat Nagari dan Bapak Jorong Pale.

"Kami di Sijunjung berupaya menghadirkan standar pendidikan yang tinggi. Hari Kamis ini, santri SD menunjukkan bahwa mereka bisa belajar dengan serius namun tetap menyenangkan di luar kelas. Fasilitas yang kami bangun, seperti akses gerbang yang baru, bertujuan agar waktu belajar santri tidak terbuang karena kendala teknis seperti kemacetan," ujarnya.

Selain infrastruktur fisik, yayasan juga menerapkan kebijakan manajemen waktu yang humanis. Berbeda dengan santri SD dan SMP yang memiliki jadwal aktivitas hingga akhir pekan, santri Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim diberikan libur setiap hari Sabtu.

Libur Sabtu untuk Santri KB: Alasan di Balik Kebijakan

Kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa anak usia dini (2-4 tahun) membutuhkan waktu istirahat lebih banyak serta kesempatan untuk memperkuat ikatan emosional dengan orang tua di rumah. Manajemen yayasan menilai stamina yang terjaga membuat anak-anak tampil prima saat kembali ke sekolah.

"Dengan memberikan libur Sabtu bagi santri KB, kami memastikan mereka tetap ceria dan tidak mengalami kejenuhan. Stamina yang terjaga di akhir pekan membuat mereka tampil prima saat kembali ke sekolah di hari efektif seperti Kamis ini. Kami melihat santri KB ikut berbaur dengan kakak-kakak SD dalam keceriaan di halaman sekolah pagi ini," tambah perwakilan manajemen yayasan.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap pembiasaan sunnah dan literasi yang konsisten mampu melahirkan generasi cendekia yang berwawasan luas namun tetap rendah hati. Perpaduan antara fasilitas mumpuni, guru berdedikasi, dan kebijakan manajemen yang humanis menjadi fondasi pendidikan berkualitas di Kabupaten Sijunjung.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: analisaterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks