Pencarian

Dana TKD Rp258,45 Miliar untuk 18 Program Strategis di Sumbar, Realisasi Fisik Capai 20,53 Persen per Juli 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 • 17:28:43 WIB
Dana TKD Rp258,45 Miliar untuk 18 Program Strategis di Sumbar, Realisasi Fisik Capai 20,53 Persen per Juli 2026
Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, memastikan progres pengerjaan proyek infrastruktur Dana TKD tahap administrasi dan pengadaan berjalan baik.

PADANG — Sebagian besar proyek infrastruktur yang dibiayai tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) di Sumatera Barat mulai berjalan. Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar, Armizoprades, menyebut progres pengerjaan hingga akhir Juli 2026 masih berada di tahap administrasi dan pengadaan, bukan karena keterlambatan di lapangan.

"Secara umum progresnya cukup baik. Persentase realisasi fisik yang masih sekitar 20 persen bukan berarti pekerjaan terlambat, tetapi karena setiap kegiatan harus melalui tahapan teknis yang menjadi bagian dari proses pelaksanaan," ujarnya di Padang, Jumat (7/8/2026).

Armizoprades optimistis seluruh pekerjaan rampung sesuai target pada Desember 2026. Dari total tambahan TKD yang diterima Pemprov Sumbar sebesar Rp534,98 miliar, porsi untuk Dinas BMCKTR mencapai Rp258,45 miliar.

Rehabilitasi Jalan Provinsi Serap Dana Terbesar Rp104,39 Miliar

Belanja terbesar dalam paket program ini dialokasikan untuk rehabilitasi jalan provinsi dengan nilai Rp104,39 miliar. Disusul rekonstruksi jalan provinsi sebesar Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, dan pembangunan jembatan Rp26,73 miliar.

Pemeliharaan rutin jalan provinsi juga mendapat jatah Rp15,85 miliar, sementara pengadaan Jembatan Bailey dialokasikan Rp14,20 miliar. Sisanya digunakan untuk pembangunan sistem penyediaan air minum, TPA Regional Payakumbuh, drainase perkotaan, hingga penguatan tata ruang.

Masyarakat Dimaklumkan Gangguan Lalu Lintas Selama Proyek Berjalan

Kepala Dinas BMCKTR menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila aktivitas proyek menimbulkan gangguan kenyamanan atau kelancaran berkendara. Hal ini dianggap sebagai konsekuensi dari percepatan pembangunan yang nantinya bermanfaat bagi publik.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pekerjaan berlangsung terdapat gangguan terhadap kenyamanan maupun kelancaran lalu lintas," kata Armizoprades.

Ia menambahkan, seluruh paket pekerjaan ini menyasar infrastruktur dasar yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, termasuk perbaikan akses antarwilayah dan layanan air bersih. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan pengerjaan tetap berada di jalur yang benar.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks