Pencarian

Danantara Suntik Modal dan Restrukturisasi, Krakatau Steel dan Kimia Farma Mulai Bangkit

Jumat, 14 Agustus 2026 • 10:58:31 WIB
Danantara Suntik Modal dan Restrukturisasi, Krakatau Steel dan Kimia Farma Mulai Bangkit
Direktur Utama Krakatau Steel dan Kimia Farma meninjau proses produksi baja di Cilegon, Banten, setelah restrukturisasi utang oleh Danantara.

SUMATERA BARAT — Perombakan besar-besaran di tubuh BUMN mulai memperlihatkan hasil. Dua perusahaan pelat merah yang sempat merah, Krakatau Steel dan Kimia Farma, kini perlahan-lahan menemukan titik terang setelah digarap ulang oleh Danantara.

Kabar ini muncul di tengah konsolidasi BUMN yang tengah gencar dilakukan pemerintah. Fokusnya bukan lagi sekadar menyuntik dana segar, melainkan merombak total struktur utang dan model bisnis agar perusahaan tidak lagi bergantung pada penopang dari APBN.

Krakatau Steel: Beban Berkurang, Produksi Jalan Terus

Untuk Krakatau Steel, perbaikan kinerja utamanya ditopang oleh restrukturisasi utang. Langkah ini berhasil memangkas beban bunga yang selama ini menggerus kas perusahaan. Dengan struktur keuangan yang lebih sehat, pabrik peleburan baja di Cilegon, Banten, bisa kembali fokus mengejar efisiensi produksi.

Perusahaan baja pelat merah ini memang tengah berupaya keras mengejar ketertinggalan di tengah gempuran baja impor. Perbaikan fundamental ini diharapkan mampu membuat laporan keuangan Krakatau Steel kembali hijau dalam waktu dekat, setelah bertahun-tahun tertekan.

Kimia Farma: Efisiensi Jadi Kunci Pemulihan

Di sektor farmasi, Kimia Farma mengambil jalur yang sedikit berbeda. Selain mendapat tambahan modal, perseroan melakukan efisiensi besar-besaran pada jaringan distribusi dan gerai ritelnya. Langkah ini ditempuh untuk menekan biaya operasional yang selama ini menjadi beban terbesar perusahaan.

Hasilnya, arus kas operasional mulai membaik. Perusahaan yang juga mengelola ribuan apotek ini kini lebih selektif dalam membuka gerai baru dan memprioritaskan penjualan produk dengan margin lebih tinggi. Strategi ini dinilai lebih realistis ketimbang ekspansi agresif yang dilakukan sebelumnya.

Mengapa Restrukturisasi Ini Berbeda

Yang membedakan gelombang restrukturisasi kali ini adalah pengawasan ketat dari Danantara. Setiap rencana bisnis wajib melalui kajian mendalam dan target pemulihan yang jelas. Jika sebelumnya BUMN sering kali diselamatkan tanpa perombakan fundamental, kini ada syarat tegas: perbaikan kinerja harus terukur.

Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin mengurangi beban fiskal. Alih-alih terus mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) setiap tahun, Danantara didorong untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk lewat kemitraan strategis dan penjualan aset non-inti.

Keberhasilan Krakatau Steel dan Kimia Farma keluar dari zona merah akan menjadi tolok ukur kredibilitas Danantara. Jika kedua perusahaan ini benar-benar pulih, publik akan lebih percaya pada kemampuan badan pengelola investasi itu dalam merawat aset negara.

Namun, pekerjaan rumah masih panjang. Kedua BUMN ini masih harus membuktikan bahwa pemulihan kinerjanya bukan hanya karena bantuan modal, tetapi juga karena daya saing bisnis yang sesungguhnya di pasar.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks