Pencarian

Baluik Dalam Tampuruang, Kuliner Belut dalam Tempurung Kelapa Khas Desa Sarugo yang Mulai Langka

Minggu, 16 Agustus 2026 • 10:09:01 WIB
Baluik Dalam Tampuruang, Kuliner Belut dalam Tempurung Kelapa Khas Desa Sarugo yang Mulai Langka
Belut segar dimasukkan ke dalam tempurung kelapa bersama bumbu pilihan sebelum dibakar di atas bara api.

SARUGO — Di tengah gempuran kuliner modern, Desa Sarugo tetap mempertahankan resep leluhur yang diolah dengan cara tidak lazim. Baluik dalam tampuruang, atau belut dalam tempurung, menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Minang dalam mengolah bahan pangan tidak pernah berhenti. Hidangan ini menggunakan tempurung kelapa sebagai wadah sekaligus alat memasak, sebuah metode yang memberikan aroma khas yang sulit ditemukan pada masakan lain.

Proses memasaknya terbilang unik. Belut segar dimasukkan ke dalam tempurung kelapa bersama bumbu-bumbu pilihan, kemudian dibakar di atas bara api hingga matang sempurna. Panas dari tempurung meresap perlahan ke dalam daging belut, menghasilkan tekstur lembut dengan cita rasa gurih yang khas.

Mengapa Tempurung Kelapa Menjadi Pilihan Utama?

Penggunaan tempurung kelapa bukan tanpa alasan. Material alami ini memiliki kemampuan menghantarkan panas secara merata, sehingga bumbu dapat meresap lebih optimal ke dalam daging belut. Selain itu, serat tempurung memberikan aroma smoky alami yang memperkaya rasa hidangan.

Masyarakat Sarugo meyakini metode memasak ini sudah digunakan sejak zaman nenek moyang mereka. Cara ini juga dianggap lebih praktis karena tidak memerlukan banyak peralatan dapur, cukup tempurung kelapa dan bara api.

Kearifan Lokal yang Perlu Dilestarikan

Baluik dalam tampuruang bukan sekadar makanan, melainkan representasi kearifan lokal yang mengajarkan tentang pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Belut yang mudah ditemukan di sawah sekitar desa diolah dengan tempurung kelapa yang melimpah, menciptakan siklus kuliner yang ramah lingkungan.

Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan sambal lado mudo khas Minang. Kombinasi rasa pedas, gurih, dan aroma asap membuat siapa pun yang mencobanya akan ketagihan.

Daya Tarik Wisata Kuliner Sumatera Barat

Keberadaan baluik dalam tampuruang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat. Hidangan ini kerap menjadi incaran para food vlogger dan pecinta kuliner ekstrem yang ingin merasakan pengalaman makan berbeda.

Sayangnya, popularitas hidangan ini belum sebanding dengan upaya pelestariannya. Generasi muda di Desa Sarugo mulai jarang mewarisi keterampilan memasak baluik dalam tampuruang, sehingga dikhawatirkan tradisi ini bisa punah jika tidak ada langkah konservasi.

Pemerintah daerah dan pegiat kuliner diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kuliner khas ini, baik melalui festival kuliner maupun dokumentasi resep agar tetap lestari. Dengan begitu, baluik dalam tampuruang tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup sebagai warisan kuliner Nusantara.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks