SUMATERA BARAT — Tim gabungan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan pascagempa dahsyat yang berpusat di Laut Flores. Hingga Sabtu malam, sebanyak 2.723 gardu distribusi dari total 3.478 gardu yang terdampak telah kembali beroperasi dan menyalurkan energi listrik ke rumah-rumah warga.
Progres signifikan ini tidak lepas dari pulihnya seluruh jaringan transmisi dan Gardu Induk yang sempat terganggu. Dengan normalnya infrastruktur utama tersebut, aliran listrik bertegangan tinggi kembali mengalir ke berbagai wilayah, mempercepat proses pemulihan di daerah bencana.
Fasilitas Kritis Jadi Prioritas Pemulihan
PLN menempatkan pemulihan pasokan listrik untuk fasilitas vital sebagai prioritas utama. Bandar udara dan rumah sakit rujukan menjadi fokus pertama karena menopang operasional penanganan bencana dan layanan medis bagi korban.
Salah satu yang dipastikan aman adalah RSUD Bajawa. Direktur RSUD Bajawa, Heronimus Due, menyampaikan apresiasinya atas kesiapsiagaan PLN. Menurutnya, keandalan listrik menjadi penentu keselamatan pasien, terutama mereka yang membutuhkan perawatan intensif dan tindakan bedah darurat.
"Terima kasih untuk PLN. Sejak kejadian gempa hingga saat ini, kondisi kelistrikan rumah sakit tetap terkendali dan stabil. Keandalan listrik ini sangat krusial bagi pasien dengan perawatan intensif (total care) serta kelancaran rencana tindakan operasi darurat, baik untuk pasien gawat janin maupun penanganan korban patah tulang akibat gempa. Kami sangat terbantu," ujar Heronimus.
Dukungan serupa dirasakan sektor pariwisata. Manager Blue Ocean Hotel, Lusiana Isabella Badik, mengaku terbantu dengan gerak cepat petugas PLN di lapangan. "Terima kasih untuk semua petugas PLN atas kerja samanya. Tetap jaga keselamatan dan semangat untuk seluruh rekan-rekan petugas di lapangan," kata Lusiana.
Tim Lapangan Terus Sisir Jaringan Rusak
Meski sebagian besar jaringan telah pulih, pekerjaan berat masih menanti. General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan personelnya tidak akan berhenti bekerja sebelum seluruh sistem kelistrikan kembali normal sepenuhnya.
"Seluruh tim PLN bekerja tanpa henti di lapangan. Kami mengutamakan pemulihan fasilitas vital terlebih dahulu agar penanganan bencana dan layanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan normal. Komitmen kami adalah menghadirkan kembali aliran listrik secepat dan seaman mungkin bagi seluruh masyarakat," tegas Eko.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan penyisiran dan perbaikan pada jaringan distribusi yang mengalami kerusakan akibat longsoran maupun patahan tiang. PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi kelistrikan terkini melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. Upaya pemulihan total terus dikebut demi mengembalikan aktivitas ekonomi dan sosial di NTT ke kondisi normal.