SUMATERA BARAT — Estimasi perputaran uang sebesar Rp 45 miliar itu disampaikan Wali Kota Padang Fadli Amran di sela pembukaan festival di kawasan Pondok, Kota Tua Padang. Angka tersebut berasal dari berbagai rangkaian kegiatan yang digelar selama beberapa hari terakhir, mulai dari kejuaraan olahraga, atraksi budaya, hingga bazar UMKM.
Menurut Fadli, festival ini bukan sekadar acara seremonial. Ia menilai seni, budaya, dan tradisi yang ditampilkan menjadi modal penting untuk memperkuat visi Padang sebagai destinasi gastronomi dunia lewat konsep "Taste of Padang Experience".
Delegasi Delapan Negara dan Ragam Kegiatan yang Digelar
Kota Tua Festival 2026 menghadirkan sejumlah agenda yang memadukan budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif. Beberapa di antaranya adalah Kejuaraan Barongsai Internasional, atraksi naga, wushu, seni empat etnis, Sipasan, Zumba, donor darah, hingga Kota Tua Run and Fun Walk.
“Selamat datang di Padang. Semoga seluruh delegasi mendapatkan pengalaman yang baik dan membawa pulang kesan positif tentang Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya.
Kehadiran atlet, pelatih, juri, dan ofisial dari mancanegara diharapkan memperluas pengenalan budaya Minangkabau ke tingkat internasional. Bagi pelaku usaha lokal, momen ini menjadi peluang menjaring pembeli baru dari luar negeri.
Kota Tua Bukan Sekadar Bangunan Bersejarah
Mahyeldi menegaskan kawasan Kota Tua menyimpan perjalanan panjang tentang perdagangan, perantauan, dan interaksi sosial yang membentuk karakter Kota Padang. Ia menekankan pengembangan kawasan ini harus menjaga karakter sejarah sekaligus menghidupkan ruang bagi budaya dan ekonomi.
“Kota Tua adalah bagian dari sejarah dan identitas kita. Mari kita jaga warisannya, sekaligus menjadikannya ruang yang hidup bagi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Keberagaman etnis yang hidup berdampingan di kawasan ini—mulai dari Tionghoa, India, Nias, Sunda, Batak, Mandailing, Ambon, hingga Melayu—disebut Mahyeldi sebagai kekuatan yang harus dirawat. Ia menegaskan festival ini adalah bentuk kolaborasi nyata antar kelompok masyarakat.
Generasi Muda Didorong Aktif Promosikan Sejarah
Gubernur juga mendorong generasi muda, komunitas sejarah, dan perguruan tinggi untuk aktif mendokumentasikan serta mempromosikan nilai sejarah Kota Tua. Media yang bisa dipakai meliputi fotografi, videografi, dan media sosial agar jangkauannya lebih luas.
“Yang kita bangun bukan hanya festival, tetapi kolaborasi. Budaya terjaga, masyarakat bergerak, dan ekonomi tumbuh,” tegas Mahyeldi.
Fadli Amran menambahkan, festival semacam ini membuka ruang partisipasi bagi komunitas, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif. Ia berharap agenda ini terus berkembang menjadi sarana memperkuat harmoni, persahabatan internasional, dan promosi pariwisata Padang ke depan.