SUMATERA BARAT — Upaya restorasi lingkungan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan hasil konkret di lapangan. Otorita IKN bersama masyarakat dan berbagai pihak telah menanam lebih dari 5 juta pohon di lahan seluas 8.947,55 hektare, sebuah langkah yang tidak hanya mengejar kuantitas tetapi juga kualitas pemulihan habitat.
Kepala Otorita IKN dalam laporan terbarunya menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengembalikan struktur ekosistem hutan hujan tropis yang sempat terganggu akibat aktivitas pembangunan. Fokus utama diarahkan pada penanaman spesies lokal yang menjadi ciri khas hutan Kalimantan.
Spesies Lokal dan Sumber Pakan Satwa Liar
Jenis pohon yang ditanam tidak sembarangan. Otorita IKN memprioritaskan bibit-bibit pohon khas seperti ulin, meranti, bengkirai, gaharu, balangeran, dan keruing. Pemilihan spesies ini bertujuan memulihkan lapisan kanopi hutan yang menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna endemik.
Selain pohon kayu keras, program ini juga menyertakan penanaman pohon buah-buahan lokal. Rambutan, kesturi, mata kucing, dan langsat sengaja ditanam sebagai sumber pakan alami bagi satwa. Keberadaan pohon buah ini dinilai krusial untuk menarik kembali hewan-hewan liar yang sebelumnya menjauh dari area pembangunan.
Indikator Keberhasilan: Satwa Kembali ke Habitat
Tanda-tanda pemulihan ekosistem mulai terlihat. Satwa liar seperti beruang madu dan lutung merah dilaporkan kembali terlihat di wilayah IKN. Suara-suara burung juga mulai terdengar di kawasan hijau, menandakan rantai makanan mulai terbentuk kembali.
Kemunculan satwa-satwa tersebut menjadi bukti bahwa kawasan hijau yang dibangun mulai menjalankan fungsinya sebagai ruang hidup. Namun, agar populasi satwa dapat bertahan, konektivitas antar habitat menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Koridor Satwa dan Target 65 Persen Kawasan Hijau
Otorita IKN tengah membangun koridor satwa yang menghubungkan area-area hijau yang terpisah. Infrastruktur ini dirancang agar pergerakan hewan tetap aman tanpa harus berhadapan langsung dengan lalu lintas kendaraan atau bangunan perkotaan.
Target jangka panjangnya, 65 persen dari total wilayah IKN akan dialokasikan sebagai kawasan hijau. Angka ini menjadi bagian dari konsep "kota hutan" yang menggabungkan pembangunan perkotaan modern dengan upaya mempertahankan fungsi ekologis lingkungan.
Rutinitas Penanaman dan Keterlibatan Publik
Kegiatan penanaman dilakukan secara berkelanjutan dengan jadwal rutin setiap dua pekan. Dalam setiap pelaksanaan, rata-rata 800 hingga 900 pohon berhasil ditanam. Angka tersebut belum termasuk kontribusi penanaman mandiri oleh warga dan pengunjung IKN.
Partisipasi publik mencapai puncaknya pada kegiatan bertajuk "Merdeka Bersama Alam" yang digelar 15 Agustus 2026. Lebih dari 2.000 orang turun ke Ruang Terbuka Hijau Kolam Retensi DAS Sanggai, KIPP IKN, dan berhasil menanam 1.709 pohon dari 19 spesies berbeda dalam satu hari.
Program penghijauan ini pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama: memastikan pembangunan ibu kota baru tidak mengorbankan warisan ekologi Kalimantan. Dengan mempertahankan tanaman lokal, menyediakan koridor satwa, dan menggerakkan partisipasi masyarakat, pemulihan ekosistem di IKN diharapkan menjadi model pembangunan kota yang berdampingan dengan alam.