Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan komitmennya mempercepat pengembangan energi panas bumi (geothermal) yang potensinya mencapai 1.651 megawatt (MW) di 22 titik. Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengakui, realisasi pemanfaatan energi bersih itu masih sangat kecil, baru sekitar 5 persen dari total potensi yang ada.
PADANG — Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih menyimpan potensi besar di sektor energi panas bumi. Dari total 1.651 MW yang tersebar di 22 titik pada tujuh kabupaten, pemanfaatan yang sudah berjalan baru sekitar 5 persen.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyebut angka itu dalam pernyataannya di Padang, Jumat (21/8/2026). Ia menegaskan, pengembangan geothermal menjadi salah satu prioritas untuk mewujudkan Sumbar sebagai Green Province.
PLTP Muara Laboh Jadi Andalan, Unit 2 Dikejar
Saat ini, proyek yang sudah beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan dengan kapasitas terpasang sekitar 86 MW.
Pengembangan tahap kedua, PLTP Muara Laboh Unit-2, tengah berjalan dengan kapasitas 80 MW. Proyek ini menyerap investasi sekitar USD490 juta dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.
Selain Muara Laboh, sejumlah langkah eksplorasi juga mulai digarap. Pengeboran sumur eksplorasi Bonjol di Pasaman Barat dan survei pendahuluan di wilayah Cubadak Panti masuk dalam daftar pengembangan yang berlangsung.
Investasi Besar Jadi Batu Sandungan Utama
Mahyeldi mengungkapkan, hambatan terbesar pengembangan geothermal bukan terletak pada potensi sumber daya alam, melainkan kebutuhan modal yang tinggi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa keterlibatan investor swasta.
"Tantangannya tentu investasi dan bagaimana kita mendapatkan pihak pengusaha yang mau masuk. Karena itu, kita berharap ada percepatan dan dukungan dari kementerian terkait," ujarnya.
Ia menekankan, kepastian regulasi dan kemudahan perizinan menjadi kunci agar pengusaha tertarik menanamkan modal di sektor ini. Tanpa itu, potensi 1.651 MW hanya akan menjadi angka di atas kertas.
Target Jangka Panjang: Ketahanan Energi dan NZE 2060
Pengembangan panas bumi tidak hanya dimaknai sebagai sumber listrik tambahan. Mahyeldi melihatnya sebagai pengungkit ekonomi daerah yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagaimana potensi energi bersih yang kita miliki dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," tuturnya.
Gubernur juga mengaitkan langkah ini dengan target nasional Net Zero Emission (NZE) 2060. Selain geothermal, Sumbar turut mendorong pengembangan energi terbarukan lain seperti tenaga air dan surya untuk memperkuat ketahanan energi daerah.
Mahyeldi berharap, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, proses pengembangan wilayah kerja panas bumi bisa dipercepat. Ia menyebut, masih ada tujuh kabupaten dengan 22 titik potensi yang menunggu realisasi.