Pencarian

Bukan Kopi atau Teh Manis yang Bikin Perut Buncit, tapi Gula yang Ikut Tertelan

Senin, 24 Agustus 2026 • 20:03:01 WIB
Bukan Kopi atau Teh Manis yang Bikin Perut Buncit, tapi Gula yang Ikut Tertelan
Dokter spesialis gizi klinik menjelaskan bahwa gula tambahan dalam teh dan kopi menjadi penyebab utama penumpukan lemak perut.

SUMATERA BARAT — Rasa khawatir soal perut membuncit kerap membuat para ibu bertanya-tanya: haruskah berhenti minum teh dan kopi kesukaan? Kabar baiknya, Anda tidak perlu panik dan langsung berhenti total. Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa teh dan kopi bukanlah penyebab utama masalah ini.

Biang kerok sebenarnya adalah gula tambahan yang larut di dalamnya. Jika dikonsumsi terus-menerus, gula inilah yang diam-diam menumpuk menjadi lemak di area perut.

Bukan Kopinya, tapi Gulanya yang Menumpuk di Perut

Menurut dr. Yaze, kandungan gula yang masuk ke tubuh secara berlebihan tidak akan bisa diolah seluruhnya. Kelebihan ini kemudian disimpan sebagai cadangan energi atau diubah menjadi lemak tubuh dan kolesterol.

"Sebenarnya si gulanya yang meningkatkan visceral fat (lemak perut) tadi. Akhirnya perutnya jadi buncit, karena visceral fat akan bertambah terus," jelas dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

Masalah muncul ketika kapasitas penyimpanan glikogen dan cadangan lemak sudah penuh. Lemak tersebut akhirnya "salah parkir" dan mengendap di organ-organ vital yang seharusnya tidak ditempati.

Bahaya Lemak "Salah Parkir" di Organ Vital

Lemak yang mengendap di tempat yang salah bukan hanya soal penampilan. Kondisi ini bisa memicu peradangan serius di dalam tubuh yang berdampak jangka panjang.

"Dia 'parkir' di organ-organ yang enggak seharusnya, misalnya di pankreas, jantung, atau di hati (liver). Jadi masalah-masalah lain yang terjadi, kayak fatty liver (perlemakan hati), diabetes tipe 2, bisa menyebabkan hipertensi juga. Jadi peradangan akibat kelebihan lemak itu nyata," tegas dr Yaze.

Apakah Harus Berhenti Makan Gula Total?

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menyetop konsumsi gula secara drastis. Kuncinya adalah membatasi porsinya, bukan menghilangkannya sepenuhnya.

"Bukan berarti enggak boleh sama sekali kita enggak makan gula. Masih boleh, tapi memang porsinya sudah mulai dikurangin. Karena selain meningkatkan gula darah, pasti akan menyebabkan penyakit-penyakit lain," tuturnya.

Langkah Praktis Mengurangi Gula untuk Ibu Sibuk

Memangkas asupan gula harian bisa dimulai dari hal sederhana. Untuk teh manis, coba kurangi takaran gula setengah sendok setiap harinya hingga terbiasa dengan rasa yang lebih tawar. Untuk kopi, pertimbangkan beralih ke kopi hitam tanpa gula atau gunakan susu tanpa pemanis tambahan.

Perhatikan juga gula tersembunyi pada makanan dan minuman kemasan lain yang sering dikonsumsi anak-anak. Membiasakan gaya hidup sehat sejak dini akan melindungi seluruh anggota keluarga dari risiko penyakit metabolik di masa depan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks