Pencarian

2.461 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Sumatera Barat Catat 7 Hotspot di Tengah Musim Kemarau

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:14:01 WIB
2.461 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Sumatera Barat Catat 7 Hotspot di Tengah Musim Kemarau
Tujuh titik panas terdeteksi di Sumatera Barat dari total 2.461 titik panas yang terpantau satelit BMKG di Pulau Sumatera, Rabu (26/8/2026).

PADANG — Tujuh titik panas terpantau di Sumatera Barat dari total 2.461 hotspot yang terdeteksi satelit BMKG di Pulau Sumatera, Rabu (26/8/2026). Angka ini relatif rendah dibandingkan provinsi tetangga seperti Jambi yang mencatat 222 titik dan Riau dengan 223 titik.

BMKG menegaskan bahwa keberadaan titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang tertangkap satelit, dan tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi tersebut. Meski begitu, data ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dominasi Sumatera Selatan dan Riau

Sumatera Selatan mendominasi sebaran hotspot dengan 1.522 titik, disusul Riau 223 titik, Jambi 222 titik, dan Lampung 208 titik. Kepulauan Bangka Belitung mencatat 193 titik, sementara Kepulauan Riau 47 titik dan Bengkulu 32 titik.

Di Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak mencapai 91 titik. Disusul Indragiri Hilir dengan 45 titik dan Bengkalis 35 titik. Wilayah lainnya seperti Indragiri Hulu mencatat 17 titik, Kampar dan Kuantan Singingi masing-masing delapan titik, serta Kota Dumai lima titik.

Tiga Ton Garam Disebar untuk Picu Hujan di Riau

Menghadapi kondisi tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau. Sebanyak tiga ton garam atau natrium klorida (NaCl) disemai dalam tiga penerbangan sepanjang Rabu (26/8/2026) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Gafur, menyebut penyemaian pertama menyasar Kabupaten Siak dan Bengkalis. Penerbangan kedua dilakukan di Pekanbaru, Siak, dan Kampar, sedangkan penerbangan ketiga menyasar Pelalawan dan Indragiri Hilir.

"Sortie pertama menyasar Siak dan Bengkalis, sortie kedua Pekanbaru, Siak dan Kampar, kemudian sortie ketiga Pelalawan dan Indragiri Hilir," terang Jim.

Upaya Pendukung Penanganan Karhutla

Material NaCl disemai pada awan yang dinilai memenuhi persyaratan untuk mendukung proses pembentukan hujan di wilayah sasaran. Operasi ini dilaksanakan di tengah penanganan karhutla dan kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

Jim mengatakan OMC menjadi salah satu langkah pendukung penanganan karhutla dengan mendorong turunnya hujan di daerah yang menjadi target penyemaian. "OMC ini merupakan salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla, terutama dengan mendorong turunnya hujan di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran penyemaian," ujarnya.

Bagi Sumatera Barat, meski jumlah titik panas terbilang kecil, koordinasi antardaerah tetap diperlukan mengingat kabut asap dari provinsi tetangga berpotensi terbawa angin melintasi perbatasan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: padangkita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks