Pencarian

237 Siswa dan Guru di Agam Keracunan Usai Makan MBG, Gubernur Sumbar Tutup Dapur SPPG Palupuh

Kamis, 03 September 2026 • 19:47:32 WIB
237 Siswa dan Guru di Agam Keracunan Usai Makan MBG, Gubernur Sumbar Tutup Dapur SPPG Palupuh
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Palupuh, Agam, usai 237 siswa dan guru keracunan makanan.

PADANG — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memerintahkan penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Langkah ini diambil setelah 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9) kemarin.

Penghentian operasional dapur tersebut disampaikan Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9) kemarin. Menurutnya, keputusan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan untuk memberi ruang bagi tim terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan.

Gejala yang Dialami 237 Siswa dan Guru di Palupuh

Informasi yang dihimpun dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu) menyebutkan, para korban mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG. Keluhan yang dominan muncul antara lain mual, sakit perut, dan pusing.

Banyaknya jumlah korban yang tersebar di beberapa sekolah membuat Puskesmas Palupuh dan jajarannya bergerak cepat melakukan penanganan medis awal. Hingga saat ini, perkembangan kondisi para siswa dan guru terus dipantau oleh petugas kesehatan setempat.

Instruksi Tegas Gubernur: Amankan Sampel Makanan

Mahyeldi tidak hanya meminta penghentian operasional. Ia secara spesifik menginstruksikan jajarannya untuk mengamankan seluruh proses pengolahan, termasuk sampel makanan yang sempat dikonsumsi para korban.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan,” tegas Mahyeldi melalui keterangan yang diterima redaksi.

Pemeriksaan dan investigasi akan melibatkan instansi teknis terkait, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Dengan begitu, penyebab pasti dugaan keracunan ini bisa diketahui secara objektif dan menyeluruh.

Operasional Baru Bisa Lanjut Jika Hasil Uji Dinyatakan Aman

Mahyeldi memastikan dapur SPPG Palupuh tidak akan beroperasi sebelum hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan aman. Jika ditemukan pelanggaran atau hal yang membahayakan, pembukaan kembali operasional akan menunggu perbaikan total.

“Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau persoalan yang membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” ujarnya.

Evaluasi Serius untuk Seluruh Pengelola Dapur MBG di Sumbar

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pengelola dapur SPPG lain di Sumatera Barat. Mahyeldi meminta seluruh pengelola meningkatkan standar pengawasan, kebersihan, pengolahan, hingga proses distribusi makanan.

“Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ucap Mahyeldi menegaskan.

Ia pun meminta setiap potensi persoalan di lapangan segera dikoordinasikan dengan instansi kesehatan dan pihak terkait lainnya agar tidak berlarut-larut dan bisa ditangani cepat.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suararantau.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks