SUMATERA BARAT — Pernyataan keras Collina keluar sebagai respons atas kemarahan publik Mesir pasca kekalahan dramatis dari Argentina. Kekecewaan itu berubah menjadi tuduhan serius yang dinilai telah melewati batas wajar dan berpotensi membahayakan keselamatan sang pengadil lapangan.
"Sama sekali tidak ada orang yang bisa mengklaim bahwa Perwasitan FIFA dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA [Gianni Infantino] sekalipun," ujar Collina dilansir dari Independent.
Penyerang sayap Mesir, Mostafa Zico, secara frontal menuduh pertandingan melawan Argentina telah diatur. Pelatih Hossam Hassan juga ikut menuding adanya tekanan dari kubu Argentina yang membuat wasit Letexier berat sebelah.
Menurut Collina, narasi negatif tanpa bukti ini sangat berbahaya. Ia khawatir hal itu bisa memicu reaksi ekstrem yang berujung pada ancaman fisik terhadap wasit dan keluarganya. "Ketika hal itu terjadi, dapat memicu reaksi ekstrem yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarganya. Ini jelas tidak benar," tegasnya.
Mantan wasit legendaris Italia itu tidak menutup mata terhadap potensi kekeliruan di lapangan. Ia menyebut padatnya jadwal pertandingan di edisi kali ini bisa mempengaruhi performa pengadil. Namun, Collina menutup pintu rapat-rapat bagi siapa pun yang berniat menggoyang integritas institusinya.
"Diskusi konstruktif soal keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tanpa bukti tidak memiliki tempat di olahraga kita," ucap Collina. Ia menegaskan, "Tidak ada yang bisa mempertanyakan integritas perangkat pertandingan FIFA."
Laga babak 16 besar itu sendiri berakhir menyakitkan bagi Mesir. Mereka sempat unggul dua gol di paruh pertama laga. Namun, langkah mereka terhenti setelah Argentina bangkit dan mencetak tiga gol balasan di menit-menit akhir pertandingan.
Collina pasang badan untuk melindungi reputasi jajaran anak buahnya. Ia menjamin seluruh keputusan di atas lapangan murni berdasarkan asas kejujuran tanpa intervensi politik dari pihak mana pun.