FLORES TIMUR — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meningkat. Erupsi yang terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter itu berlangsung selama 119 detik, menurut laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman Yosef S Mboro.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan ketebalan cukup tinggi. Badan Geologi memastikan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
PVMBG mengimbau warga, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak mendekati pusat erupsi. Radius larangan lima kilometer ditetapkan untuk menghindari risiko terdampak material vulkanik.
Selain abu vulkanik, PVMBG memperingatkan potensi banjir lahar hujan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan puncak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai dampak lahar antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Delapan desa ini berada di jalur aliran sungai yang berpotensi dilalui material lahar dingin.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG menganjurkan penggunaan masker atau alat pelindung pada hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan akibat menghirup partikel abu.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mematuhi setiap arahan yang disampaikan pemerintah daerah. PVMBG mengingatkan warga untuk tidak mudah percaya pada informasi mengenai erupsi yang beredar apabila tidak berasal dari sumber resmi.
Status Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di wilayah NTT ini merupakan salah satu gunung api aktif yang dipantau ketat oleh Badan Geologi. Masyarakat di sekitar gunung diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi PVMBG dan BPBD setempat.