PADANG — Pemerintah Kota Padang mulai memperkuat struktur organisasi sosial hingga ke tingkat akar rumput guna menjaga stabilitas daerah. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa keberagaman etnis dan budaya di ibu kota Sumatera Barat ini bukan sekadar identitas, melainkan kekuatan besar untuk mendorong kemajuan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Maigus saat meresmikan Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Kuranji di Aula Kantor Camat Kuranji. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi pengurus yang telah dilantik sejak akhir tahun lalu untuk mulai menyusun program kerja konkret di tengah masyarakat.
Padang Sebagai Miniatur Keberagaman di Sumatera Barat
Dalam arahannya, Maigus Nasir menggambarkan Kota Padang sebagai daerah rantau yang menjadi rumah bagi berbagai suku bangsa. Ia menyebut pola pemukiman historis di Padang mencerminkan betapa tingginya toleransi yang sudah terbangun sejak lama di wilayah ini.
“Padang adalah miniatur keberagaman. Ada Kampung Cina, Kampung Jawa, Kampung Keling, Kampung Nias, dan berbagai komunitas lainnya. Semua ini harus dirangkul dalam semangat persatuan,” ujar Maigus Nasir di hadapan jajaran lurah dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Kuranji.
Ia menambahkan bahwa keberadaan FPK sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama dan budaya. Menurutnya, ketika masyarakat bersatu tanpa sekat etnis, maka akan lahir energi besar untuk mencapai kejayaan daerah.
Target Pembentukan FPK di Lima Kecamatan Lainnya
Melihat urgensi forum ini, Maigus Nasir mendorong agar kecamatan lain segera mengikuti jejak Kuranji. Saat ini, Pemkot Padang menargetkan lima kecamatan yang belum memiliki kepengurusan FPK untuk segera membentuk wadah serupa guna meminimalisir potensi konflik sosial.
“FPK adalah alat pemersatu, dan ketika masyarakat bersatu akan lahir kekuatan besar. Keberagaman suku dan budaya harus dirawat menjadi energi bersama untuk mendorong kejayaan Kota Padang,” tuturnya didampingi Camat Kuranji, Rozaldi Rosman.
Wadah Pemersatu yang Bebas dari Kepentingan Politik
Ketua FPK Kota Padang, Suardi Datuak Garang, menjelaskan bahwa pembentukan forum ini merupakan amanat dari Permendagri Nomor 34 Tahun 2006. Ia menegaskan bahwa FPK memiliki batasan yang jelas dalam bergerak di tengah masyarakat, terutama terkait isu politik praktis.
“FPK bukan wadah politik, melainkan ruang memperkuat persatuan dan kebersamaan antar etnis serta masyarakat. Melalui forum ini, kita ingin membangun kehidupan yang harmonis demi terciptanya kesejahteraan bersama,” tegas Suardi.
Sementara itu, Ketua FPK Kecamatan Kuranji, Adriyosa Adnan, menyebut raker ini merupakan langkah awal untuk memperkuat soliditas internal pengurus. Fokus utama pasca-raker adalah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada berbagai kelompok masyarakat di Kuranji.
“Kami berharap melalui silaturahmi dan rapat kerja ini, seluruh pengurus semakin solid dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai visi-misi organisasi,” kata Adriyosa menutup penjelasannya mengenai agenda organisasi ke depan.