PADANG — Kolaborasi internasional di bidang pendidikan luar biasa resmi digelar di SLB Negeri 1 Padang, Selasa (12/5). Program bertajuk Knowledge Transfer Program in Special & Inclusive Education ini mempertemukan akademisi dari Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan UNP dengan rombongan dari INTI International University Malaysia.
Kegiatan yang berlangsung sehari itu diikuti 43 guru, 42 siswa SLB, 46 dosen dan mahasiswa PLB UNP, serta 19 perwakilan dari INTI University. Fokus utama program ini bukan sekadar seremoni, melainkan intervensi langsung di ruang kelas.
Tiga Target Utama: Metode Adaptif hingga Lingkungan Ramah Anak
Pengawas SLB Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Rafmateti, M.Pd., menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa sangat krusial. Menurutnya, program ini menjadi wujud nyata kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
“Inti dari program ini adalah implementasi aksi nyata di ruang kelas melalui kolaborasi tim dosen Departemen PLB UNP dan INTI International University & Colleges Malaysia,” kata Rafmateti di Padang, Senin.
Ada tiga luaran utama yang dibidik. Pertama, intervensi pembelajaran dengan metode adaptif-inovatif kepada siswa SLB. Kedua, diskusi terfokus (focused group discussion) bersama guru mengenai strategi instruksional terkini. Ketiga, penguatan kapasitas lingkungan belajar yang inklusif dan ramah anak.
Dongkrak Reputasi Global Lewat Pendidikan Inklusif
Kepala Departemen PLB UNP, Dr. Elsa Efrina, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan strategic movement di bawah payung EQUITY. Ia menyebut kerja sama dengan INTI University tidak hanya memperluas pertukaran kepakaran, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan indikator penilaian THE Impact Rankings.
“Melalui capaian ini, Departemen PLB UNP memperkukuh perannya sebagai garda terdepan dalam memberikan solusi nyata bagi tantangan pendidikan inklusif di kawasan Asia Tenggara,” ujar Dr. Elsa.
Program ini diinisiasi langsung oleh Dr. Elsa Efrina dengan dukungan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons. Seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh Kemdiktisaintek dan LPDP.
Mengapa Pelatihan Guru SLB Mendesak?
Kebutuhan akan metode pengajaran adaptif di sekolah luar biasa di Sumatera Barat masih tinggi. Banyak guru SLB yang belum terpapar strategi instruksional mutakhir dari perspektif internasional. Lewat program ini, guru tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung dari akademisi dua negara.
SLB Negeri 1 Padang sendiri menjadi lokasi percontohan. Ke depan, model pelatihan serupa diharapkan bisa direplikasi di sekolah luar biasa lain di Sumatera Barat. Pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan disebut akan memantau dampak program terhadap kualitas layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.