LUBUK BASUNG — Dari sepuluh pasien yang terjangkit DBD, enam orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Dua orang dirawat di RSUD Lubuk Basung, sementara dua lainnya sempat dirawat di RS Rezky Bunda dan kini sudah kembali ke rumah.
Fogging Dimulai Jumat, Warga Diimbau Siapkan Rumah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. Hendri Rusdian M.Kes mengonfirmasi kegiatan fogging akan dilakukan di area permukiman terdampak mulai besok. Langkah ini bertujuan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD.
“Kita berharap tidak ada lagi masyarakat yang terjangkit virus Demam Berdarah Dengue di Lubuk Basung ini,” ujar Hendri melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Kamis (21/5).
Efek Samping Asap Fogging dan Cara Mengantisipasinya
Meski tidak menimbulkan efek samping serius pada manusia, asap fogging yang terhirup dalam jumlah besar bisa menyebabkan mata perih, batuk, dan iritasi. Dinkes Agam mengimbau warga melakukan sejumlah langkah antisipasi saat fogging berlangsung.
Bak mandi dan wadah penampungan air wajib dikosongkan sebelum penyemprotan. Barang-barang di rumah seperti alat makan, baju, dan handuk sebaiknya ditutup koran atau disimpan di tempat rapat. Makanan dan bahan makanan tidak boleh dibiarkan terbuka.
Warga juga diminta menggunakan masker selama dan sesaat setelah fogging. Setelah selesai, buka jendela lebar-lebar untuk pertukaran udara dan bersihkan permukaan furnitur yang terkena asap.
Lonjakan Kasus di Musim Pancaroba
Lonjakan kasus DBD di Lubuk Basung terjadi di tengah musim pancaroba yang meningkatkan perkembangbiakan nyamuk. Dinkes Agam mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M Plus—menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas—secara rutin.
Fogging bersifat membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik. Oleh karena itu, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing tetap menjadi kunci utama pencegahan jangka panjang.