Pencarian

Pemkot Bukittinggi Relokasi PKL di Kawasan Jam Gadang ke Pasar Atas, Wali Kota: Cagar Budaya Nasional Harus Steril

Minggu, 24 Mei 2026 • 12:41:33 WIB
Pemkot Bukittinggi Relokasi PKL di Kawasan Jam Gadang ke Pasar Atas, Wali Kota: Cagar Budaya Nasional Harus Steril
Wali Kota Bukittinggi pimpin apel penertiban dan relokasi PKL dari kawasan Jam Gadang ke Pasar Atas.

BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi memulai penertiban kawasan pedestrian Jam Gadang dengan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) ke area Pasar Atas. Langkah ini diawali melalui apel gabungan Tim Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) yang dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Kamis (21/5/2026).

Apa Alasan Pemkot Merelokasi PKL dari Jam Gadang?

Wali Kota Ramlan menegaskan bahwa penertiban ini merupakan langkah konkret dalam menegakkan Perda demi menciptakan ketertiban dan keindahan kota. Menurutnya, kawasan Jam Gadang sebagai cagar budaya nasional sudah seharusnya steril dari aktivitas perdagangan yang tidak teratur.

“Pemerintah bersama DPRD Kota Bukittinggi telah menetapkan Perda sebagai aturan yang wajib ditegakkan. Seluruh pedagang harus menempati lokasi yang telah disediakan pemerintah dan tidak lagi berjualan di area terlarang, terutama di kawasan cagar budaya nasional,” tegas Ramlan dalam apel tersebut.

Kerusakan Fasilitas Umum Jadi Sorotan

Selain masalah estetika, Wali Kota juga menyoroti kerusakan fasilitas umum yang disebabkan oleh aktivitas PKL. Salah satu yang paling mencolok adalah pembongkaran paving block di area pedestrian oleh para pedagang.

Ramlan meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga infrastruktur kota yang dibangun demi kepentingan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa fasilitas umum yang rusak akan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Nasib PKL Setelah Direlokasi ke Pasar Atas

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan relokasi ini tidak bertujuan merugikan pelaku usaha. Sebaliknya, langkah ini merupakan upaya menata kota sebagai destinasi wisata yang berkeadilan. Pemerintah telah menyiapkan ruang di dalam Pasar Atas agar roda ekonomi para pedagang tetap berputar.

“Kita bergerak dengan aturan. Kita ciptakan Bukittinggi yang berkeadilan; PKL tetap berjualan, pedagang bisa berusaha tanpa terhalang, dan pengunjung pun mendapat kenyamanan,” tambah Wali Kota.

Wali Kota Ramlan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kebijakan penataan kawasan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada para pedagang yang bersikap kooperatif dalam mengikuti arahan pemerintah demi kemajuan Kota Bukittinggi.

Bagikan
Sumber: kabarsumbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks