Pencarian

Saling Gugat Paten, DJI dan Insta360 Berebut Pasar Kamera Vlogging

Sabtu, 13 Juni 2026 • 11:23:01 WIB
Saling Gugat Paten, DJI dan Insta360 Berebut Pasar Kamera Vlogging
DJI dan Insta360 bersaing ketat di pasar kamera vlogging melalui gugatan paten di pengadilan.

SUMATERA BARAT — Persaingan di pasar kamera vlogging memanas setelah dua pemain utamanya, DJI dan Insta360, saling menggugat di pengadilan. Sengketa ini bermula dari gugatan yang dilayangkan DJI pada 11 Juni lalu terhadap Insta360, dan langsung direspons dengan gugatan balik dari pihak lawan.

DJI Tuding Insta360 Tiru Desain Osmo Pocket 3

Dalam gugatannya, DJI menuduh Insta360 menyalin desain dan teknologi kamera Osmo Pocket 3 untuk membuat produk terbarunya, Insta360 Luna Ultra. Mengutip laporan PetaPixel, DJI mendaftarkan dua gugatan terpisah: satu untuk pelanggaran paten desain dan satu lagi untuk paten utilitas.

Pada gugatan desain, DJI menyebut bentuk bodi genggam, leher penghubung, tombol scroll, tombol rekam, dan layar putar pada Luna Ultra terlalu mirip dengan produknya. Sementara pada gugatan paten utilitas, DJI menyoroti teknologi pelacakan (tracking) pada gimbal yang disebutnya dilanggar oleh Insta360.

DJI meminta pengadilan mengeluarkan perintah permanen yang melarang Insta360 menjual Luna Ultra. Selain itu, mereka juga menuntut ganti rugi berupa royalti yang wajar, pengembalian keuntungan dari penjualan Luna Ultra, serta denda tambahan karena dianggap dengan sengaja melanggar paten.

Insta360 Balik Gugat: DJI Juga Langgar Paten Gimbal Kami

Tidak tinggal diam, Insta360 langsung mengajukan gugatan balik. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini menuduh DJI melanggar lima paten miliknya yang berhubungan dengan stabilisasi gimbal, kontrol arah gimbal, stabilisasi kamera halus, overlay telemetri, dan stabilisasi video panorama.

Menurut Insta360, teknologi tersebut digunakan di berbagai produk DJI, termasuk seri Osmo Pocket, produk Ronin, lini Osmo Mobile, dan Osmo 360. Sebagai pembelaan, Insta360 juga menegaskan bahwa teknologi inti di Luna Ultra sudah ada di produk-produk mereka sebelumnya, seperti seri webcam Link dan seri gimbal Flow.

"Teknologi inti Luna Ultra dapat ditelusuri kembali ke produk awal kami," demikian bunyi siaran pers Insta360 yang dikutip dari pemberitaan. Hingga berita ini ditulis, Engadget telah menghubungi kedua perusahaan untuk meminta komentar, namun belum ada tanggapan.

Dampak Sengketa: Posisi DJI di Pasar AS Terbatas

Pertarungan hukum ini memiliki konsekuensi yang berbeda bagi kedua perusahaan. Bagi DJI, kemampuan untuk menjual pesaing langsung Luna Ultra, yaitu Osmo Pocket 4 yang dirilis pada April lalu, justru terbatas di Amerika Serikat.

Pada Desember 2025, Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat memasukkan DJI ke dalam "Covered List". Daftar ini melarang DJI menjual drone dan kamera buatan asing baru di AS. Meskipun DJI disebut-sebut mengakali larangan ini dengan menjual kamera di bawah merek baru bernama "Xtra", memenangkan injeksi permanen terhadap Insta360 akan membuat posisi kedua perusahaan lebih setara di pasar global.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks