PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus melakukan pembenahan di sektor pariwisata, khususnya untuk destinasi pulau-pulau kecil yang menjadi andalan daerah. Langkah terbaru yang diambil adalah penetapan tarif retribusi resmi untuk layanan antar-jemput ke Pulau Cingkuak.
Keputusan ini diambil untuk memberikan kepastian harga bagi wisatawan dan menghindari praktik tarif liar yang kerap dikeluhkan. Dengan adanya tarif resmi, pengelolaan wisata di kawasan perairan Painan diharapkan lebih tertib dan transparan.
Tarif Rp21 Ribu Per Orang Sudah Termasuk Asuransi
Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan, setiap wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Cingkuak dikenakan biaya antar-jemput sebesar Rp21 ribu per orang. Angka ini sudah termasuk perlindungan asuransi selama perjalanan menggunakan perahu wisata.
Keberadaan asuransi menjadi nilai tambah tersendiri. Wisatawan tidak hanya mendapatkan layanan transportasi yang terjadwal, tetapi juga jaminan keselamatan selama berada di atas perahu menuju pulau.
Pulau Cingkuak, Primadona Wisata Bahari Pesisir Selatan
Pulau Cingkuak merupakan salah satu destinasi unggulan di perairan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pulau ini dikenal memiliki pasir putih dan air laut yang jernih, sehingga kerap menjadi tujuan utama wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dengan adanya tarif resmi ini, Pemkab Pesisir Selatan berharap kunjungan wisatawan ke pulau tersebut semakin meningkat. Pembenahan infrastruktur dan tata kelola destinasi menjadi prioritas agar sektor pariwisata bahari bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Pembenahan Destinasi Pulau Kecil Jadi Prioritas Pemkab
Penetapan tarif ini hanyalah salah satu dari rangkaian program pembenahan destinasi wisata pulau-pulau kecil di Pesisir Selatan. Pemkab berencana melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari fasilitas dermaga, kebersihan pulau, hingga sistem keamanan bagi wisatawan.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata alam dan bahari pasca-pandemi. Pesisir Selatan yang memiliki banyak pulau kecil dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Foto udara yang diabadikan pada Sabtu (4/7/2026) menunjukkan aktivitas perahu wisata yang melintas di perairan Painan, menggambarkan denyut pariwisata yang mulai bergeliat kembali di kawasan tersebut.