PADANG — BMKG Stasiun Minangkabau meminta masyarakat di tiga kabupaten/kota di Sumatera Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan berlangsung selama tiga hari ke depan, 6 hingga 8 Juli 2026. Wilayah yang masuk status siaga meliputi Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, dan Pesisir Selatan.
Wilayah Mana yang Paling Berpotensi Terkena Dampak?
Pada Senin (6/7/2026), hujan sedang hingga lebat diprakirakan turun pada siang hingga sore hari di Padang Pariaman dan Pesisir Selatan. Memasuki malam hari, hujan ringan hingga lebat meluas ke Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, hingga Kota Padang. Dini harinya, Agam, Padang Pariaman, dan Pariaman masuk zona merah.
Memasuki Selasa (7/7/2026), cakupan wilayah terdampak semakin meluas. Sejak pagi, hujan ringan hingga lebat diprakirakan mengguyur Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, dan Pesisir Selatan. Pada siang hingga malam, potensi hujan deras menjalar ke Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
BMKG Tetapkan Status Siaga di Tiga Daerah
BMKG secara spesifik menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Padang Pariaman pada Selasa (7/7/2026), serta Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan pada Rabu (8/7/2026). Status siaga berarti potensi dampak bencana seperti banjir bandang dan longsor masuk kategori waspada tinggi.
“Masyarakat di wilayah tersebut diminta mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berpeluang terjadi,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Senin (6/7/2026). Selain tiga daerah itu, warga di Agam, Tanah Datar, Pasaman, dan Dharmasraya juga diminta waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang bisa berlangsung hingga dini hari.
Bagaimana Prakiraan Cuaca Hari Terakhir?
Pada Rabu (8/7/2026), pagi hari diperkirakan cerah berawan. Namun, potensi hujan ringan mulai muncul pada siang hingga sore di sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Memasuki malam hingga dini hari, hujan sedang hingga lebat kembali mengancam Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Selama periode tiga hari itu, suhu udara di Sumatera Barat diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 65 hingga 98 persen. Kecepatan angin bervariasi antara 4 hingga 28 kilometer per jam dari arah tenggara, barat daya, barat laut, hingga barat.
Langkah Antisipasi yang Perlu Dilakukan Warga
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun lebih dari satu jam. Warga juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Pemerintah daerah setempat, terutama di Padang Pariaman, Mentawai, dan Pesisir Selatan, diharapkan menyiapkan posko darurat dan peralatan evakuasi jika debit air mulai naik. Potensi dampak hidrometeorologi seperti banjir genangan dan tanah longsor menjadi perhatian utama dalam peringatan dini kali ini.