SUMATERA BARAT — Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merilis data penjualan terkini untuk Juni 2026. Pasar domestik mencatat tren positif dengan total distribusi mencapai 515.136 unit. Angka ini menandai pemulihan setelah beberapa bulan sebelumnya sempat melandai.
Ekspor CBU Anjlok 8,57%, Pengiriman CKD Ikut Tertekan
Kinerja ekspor justru menunjukkan grafik sebaliknya. Sepanjang Juni 2026, ekspor kendaraan utuh (CBU) hanya mencapai 50.067 unit. Realisasi ini turun 4.692 unit atau 8,57% secara bulanan dibandingkan capaian Mei yang sebesar 54.759 unit.
Penurunan juga terjadi pada segmen ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (CKD). AISI mencatat volume pengiriman komponen CKD pada Juni 2026 hanya 644.402 set, menyusut dari 697.614 set pada bulan sebelumnya.
Pengiriman Sparepart Terkoreksi Hampir 10% dalam Sebulan
Kategori ekspor suku cadang (sparepart) tak luput dari koreksi. Data AISI menunjukkan pengapalan sparepart pada Juni 2026 sebanyak 14.932.577 unit. Jumlah ini berkurang signifikan dari posisi Mei yang mencapai 16.577.672 unit, atau terkoreksi sekitar 9,92%.
Pelemahan di tiga sektor ekspor ini menjadi catatan tersendiri di tengah membaiknya daya beli domestik. Belum ada pernyataan resmi dari AISI maupun masing-masing pabrikan mengenai faktor spesifik yang mendorong penurunan pengiriman ke luar negeri.
Koreksi Bulanan di Tengah Tren Pemulihan Domestik
Data Juni 2026 memberikan gambaran dua sisi industri roda dua nasional. Di satu sisi, pasar lokal menunjukkan kepercayaan konsumen yang kembali solid. Di sisi lain, permintaan dari pasar global justru melambat dalam sebulan terakhir.
Kinerja ekspor CBU, CKD, dan sparepart yang kompak turun patut diwaspadai. Selama ini ekspor menjadi penopang utama utilisasi pabrik di Indonesia. Apabila tren ini berlanjut, pabrikan kemungkinan akan menyesuaikan target produksi pada semester kedua 2026.