SUMATERA BARAT — Indeks acuan pasar modal Indonesia ditutup melesat 1,92% ke level 6.037 pada perdagangan kemarin. Kenaikan ini berhasil menembus resisten teknikal jangka pendek, yaitu MA20. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai fase ini mendukung kelanjutan tren kenaikan indeks.
"Sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.083–6.254," tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (14/7).
MNC Sekuritas menempatkan area support IHSG di kisaran 5.839–5.607. Level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.599. Support merupakan level psikologis di mana harga cenderung berbalik naik karena meningkatnya permintaan, sedangkan resistance adalah titik jenuh jual yang berpotensi menahan laju indeks.
Rekomendasi Saham: Buy on Weakness untuk ANTM dan ASII
Dalam riset yang sama, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk dua emiten. Pertama, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dapat diakumulasi di rentang Rp 2.780–Rp 2.840 dengan target harga Rp 3.040–Rp 3.190. Level stoploss dipatok di bawah Rp 2.740.
Kedua, PT Astra International Tbk (ASII) direkomendasikan dibeli pada area Rp 4.490–Rp 4.680. Target harga saham konglomerasi ini dipatok di Rp 5.000–Rp 5.250, dengan stoploss di bawah Rp 4.350.
Sentimen Domestik: S&P Pertahankan Peringkat Kredit RI
Dari sisi fundamental, Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG ditopang oleh keputusan S&P Global Ratings. Lembaga pemeringkat internasional itu mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil. S&P menilai pelemahan fiskal dan eksternal Indonesia hanya bersifat sementara.
“Dengan dipertahankannya peringkat Indonesia ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik. Hal ini berpotensi mendorong arus masuk modal asing dan menjadi katalis positif bagi rebound lanjutan IHSG,” tulis Phintraco dalam risetnya.
S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% pada 2026. Proyeksi ini didorong belanja fiskal, program hilirisasi, dan penguatan tata kelola sektor sumber daya alam. Meski demikian, S&P juga menyoroti risiko perubahan kebijakan yang cepat serta ketidakpastian implementasi yang berpotensi mengganggu kepercayaan investor dan menekan nilai tukar rupiah.
Proyeksi IHSG dan Saham Pilihan Phintraco
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level resistance di kisaran 6.080–6.120 pada perdagangan hari ini. Investor tetap diminta waspada terhadap kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi membatasi ruang gerak indeks.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Investasi mengandung risiko.