PAYAKUMBUH — Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan Reuni MILSUK III.A Angkatan 1982 yang berlangsung di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Acara ini dihadiri puluhan purnawirawan TNI, termasuk Mayor Inf. (Purn.) Agusmen, yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua RW 08 Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Reuni Jadi Ajang Tukar Pengalaman dan Pererat Korsa
Setelah puluhan tahun menjalani dinas aktif, para purnawirawan ini memanfaatkan reuni untuk saling bertukar cerita tentang pengabdian di masa pensiun. Mereka juga membahas bagaimana nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, dan kebersamaan yang dibangun di TNI dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini tidak sekadar temu kangen, melainkan juga menjadi pengingat bahwa kontribusi kepada bangsa dan negara tidak berhenti begitu masa dinas berakhir. Para peserta sepakat untuk terus berperan aktif di lingkungan masing-masing, baik melalui kegiatan sosial, gotong royong, maupun pembangunan infrastruktur kampung.
Mayor Purn. Agusmen: Dari TNI ke Ketua RW
Salah satu sosok yang menonjol dalam reuni ini adalah Mayor Inf. (Purn.) Agusmen. Setelah pensiun, ia memilih untuk mengabdikan diri di lingkungan tempat tinggalnya dengan menjadi Ketua RW. Ia aktif menggerakkan warga dalam berbagai kegiatan sosial, membersihkan saluran air, hingga mengelola dana gotong royong untuk pembangunan lingkungan.
Kehadiran Agusmen di reuni ini menjadi bukti bahwa semangat pengabdian prajurit tidak pernah padam. Ia bahkan kerap dijadikan panutan oleh warga karena mampu menerapkan nilai-nilai militer seperti disiplin waktu dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan ke Depan: Inspirasi bagi Generasi Muda
Melalui reuni ini, para purnawirawan berharap hubungan antarangkatan semakin erat. Mereka juga ingin memberikan inspirasi kepada generasi muda bahwa menjadi prajurit bukan hanya soal medan perang, tetapi juga soal bagaimana berkontribusi nyata di tengah masyarakat setelah purna tugas.
Kegiatan ini digelar dengan sederhana namun penuh makna. Kawasan Lembah Harau yang terkenal dengan pemandangan alamnya menjadi latar belakang yang pas untuk merekatkan kembali tali persaudaraan setelah sekian lama terpisah oleh tugas dan wilayah.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, kehadiran para purnawirawan yang masih aktif di lingkungan RW dan desa menunjukkan bahwa jiwa korsa tidak luntur oleh waktu. Mereka adalah aset sosial yang terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri budaya Minangkabau.