Pencarian

Produksi Padi Agam Capai 77.612 Ton dalam Enam Bulan, Mei dan Juni Jadi Puncak Panen

Kamis, 30 Juli 2026 • 11:32:02 WIB
Produksi Padi Agam Capai 77.612 Ton dalam Enam Bulan, Mei dan Juni Jadi Puncak Panen
Petugas Dinas Pertanian Agam memeriksa tanaman padi di sawah di Lubuk Basung, Kamis (10/7).

LUBUK BASUNG — Produksi padi di Kabupaten Agam pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 77.612 ton, dengan tren peningkatan signifikan pada triwulan kedua. Kepala Dinas Pertanian Agam, Heri Prasetyo Wibowo, menyebutkan bahwa capaian triwulan satu sebesar 36.527,77 ton, sementara triwulan dua naik menjadi 41.084,34 ton.

"Produksi padi pada Januari 11.084 ton dari luas panen 2.083 hektare, Februari 13.744 ton dari luas panen 2.591 hektare, Maret 11.736 ton dari luas panen 2.212 hektare," kata Heri di Lubuk Basung, Kamis.

Dua Bulan Terakhir Jadi Andalan Produksi

Data Dinas Pertanian menunjukkan lonjakan produksi terjadi pada Mei dan Juni. Mei mencatat produksi 14.087 ton dari luas panen 2.968 hektare, sedangkan Juni menjadi bulan tertinggi dengan 16.286 ton dari 3.641 hektare. Sebaliknya, April menjadi bulan dengan produksi terendah, yakni 9.711 ton dari 1.832 hektare.

Heri menjelaskan, varietas padi yang ditanam petani di Agam cukup beragam, antara lain IR 42, kuruik kusuik, dan benang pulau. "Produksi padi ini tersebar di 16 kecamatan dengan prioritas padi seperti IR 42, kuruik kusuik, benang pulau dan lainnya," ujarnya.

Target Peningkatan: Benih Tahan Wereng dan Irigasi Pascabencana

Untuk menjaga dan meningkatkan produksi, Dinas Pertanian Agam menjalankan sejumlah strategi. Pertama, perbaikan benih dengan mendorong petani menggunakan hasil penangkaran lokal yang lebih tahan terhadap serangan hama wereng. Kedua, distribusi pupuk yang tepat sasaran dan tepat guna.

Pemkab Agam juga mengenalkan teknologi sawah pokok murah (SPM) kepada petani. Selain itu, perbaikan irigasi menjadi prioritas karena banyak saluran rusak akibat bencana hidrometeorologi. "Pada tahun ini sebanyak 24 titik yang sedang diperbaiki," kata Heri.

Rehabilitasi lahan pertanian juga terus dilakukan. Sebanyak 311 hektare lahan sawah telah direhabilitasi, dan 180 hektare lainnya sedang dalam proses pengusulan ke Kementerian Pertanian RI.

Optimisme di Tengah Tantangan

Heri optimistis produksi padi Agam akan meningkat pada semester kedua. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 produksi padi di Agam tercatat 138.438,46 ton dengan luas panen 28.951,06 hektare. Artinya, capaian enam bulan pertama 2026 sudah setara dengan 56 persen dari total produksi tahun lalu.

"Dengan upaya tersebut, saya optimistis produksi padi akan meningkat nantinya," pungkasnya.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks