Pencarian

61 Siswa Kabupaten Solok Mulai Jalani Pendidikan di Sekolah Rakyat Dharmasraya, 121 Calon Siswa Lainnya Gagal Seleksi

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:30:01 WIB
61 Siswa Kabupaten Solok Mulai Jalani Pendidikan di Sekolah Rakyat Dharmasraya, 121 Calon Siswa Lainnya Gagal Seleksi
siswa Kabupaten Solok mulai menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Dharmasraya.

SOLOK — Ratusan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Solok harus rela gigit jari lantaran tak tertampung di program Sekolah Rakyat. Dari total 182 pendaftar, hanya 61 siswa yang dinyatakan lolos dan berhak menempuh pendidikan gratis di SRT 3 Dharmasraya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadanur, mengungkapkan bahwa proses seleksi dilakukan secara berlapis. Tim tidak hanya memeriksa berkas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan data calon siswa sesuai dengan kondisi nyata.

"Seleksi dilakukan secara cermat agar program ini benar-benar tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan," ujarnya di Solok, Sabtu.

Verifikasi Lapangan Jadi Kunci Seleksi Ketat

Kunjungan ke rumah calon peserta berlangsung pada 15-19 Juni 2026. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan instansi terkait dilibatkan dalam proses verifikasi dan validasi data.

Tahapan ini menjadi pembeda utama program Sekolah Rakyat dibanding rekrutmen sekolah biasa. Tim seleksi tidak hanya mengandalkan dokumen administrasi, tetapi juga memastikan status ekonomi keluarga calon siswa secara langsung di lapangan.

Mengapa Pemkab Solok Masih Mengirim Siswa ke Dharmasraya?

Pengiriman 61 siswa ke Dharmasraya merupakan solusi sementara. Pemerintah Kabupaten Solok saat ini tengah mengejar pembangunan Sekolah Rakyat sendiri yang ditargetkan rampung pada 2027.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi besar menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Sistem pendidikan berasrama menjadi nilai jual utama, memadukan kurikulum akademik dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai keagamaan.

Kapasitas Terbatas, Antusiasme Masyarakat Tinggi

Melonjaknya jumlah pendaftar menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Namun, keterbatasan kapasitas asrama membuat 121 calon siswa lainnya harus menunggu kesempatan di tahun berikutnya.

Pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui penyediaan sarana prasarana, revitalisasi sekolah, serta program pemberdayaan masyarakat. Ke depan, anak-anak Solok diharapkan bisa menempuh pendidikan tanpa harus dikirim ke luar daerah.

Para siswa yang berangkat ke Dharmasraya merupakan angkatan pertama asal Kabupaten Solok dalam program Sekolah Rakyat. Keberangkatan mereka menjadi awal dari upaya pemkab memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks