Pencarian

MIN 18 Bireuen Dibobol Maling, Tiga Laptop untuk Ujian Siswa Raib Rp40 Juta

Jumat, 07 Agustus 2026 • 04:36:31 WIB
MIN 18 Bireuen Dibobol Maling, Tiga Laptop untuk Ujian Siswa Raib Rp40 Juta
Ruang Tata Usaha MIN 18 Bireuen di Kecamatan Makmur dibobol maling pada Kamis dini hari, mengakibatkan tiga laptop, satu printer, dan satu unit PC raib.

SUMATERA BARAT — Ruang Tata Usaha (TU) MIN 18 Bireuen di Kecamatan Makmur dibobol maling pada Kamis (6/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pelaku masuk dengan cara membuka loteng ruangan, lalu menuruni lemari untuk mencapai lantai. Tiga unit laptop yang disimpan di dalam lemari bawah, satu printer, dan satu unit PC di atas meja raib dibawa kabur.

Kerugian yang diderita madrasah ditaksir mencapai Rp40 juta. Yang paling disayangkan, tiga laptop tersebut merupakan perlengkapan utama yang digunakan untuk pelaksanaan ujian siswa.

Modus Pelaku: Masuk Lewat Loteng, Tinggalkan Jejak Puntung Rokok

Kepala MIN 18 Bireuen, Nasriah, S.Ag., MA, menjelaskan pelaku masuk melalui loteng dan turun ke dalam ruangan memakai lemari sebagai pijakan. Di dalam, pelaku mengobrak-abrik meja untuk mencari kunci lemari penyimpanan barang berharga.

“Pelaku mengobrak-abrik meja untuk mencari kunci lemari tempat barang-barang berharga disimpan,” ujar Nasriah kepada wartawan.

Setelah menemukan kunci, pelaku membuka lemari bagian bawah dan mengambil tiga unit laptop. Menariknya, sebuah scanner yang berada di lokasi tidak turut dibawa. Proyektor (infokus) yang ada di lantai juga tidak disentuh. Pintu depan ruangan masih dalam keadaan terkunci saat kejadian diketahui, sehingga pelaku diduga keluar kembali melalui loteng.

Dugaan itu diperkuat temuan jejak kaki di tanah bagian belakang madrasah yang masih basah akibat hujan. Di dalam ruangan, pelaku meninggalkan abu dan puntung rokok, serta diduga sempat memakan buah salak dan meminum air mineral yang tersedia.

Terbongkar Saat Staf Masuk Kantor, Bau Rokok Jadi Petunjuk Awal

Staf Tata Usaha, Maulida, pertama kali menyadari kejadian ini saat membuka kantor sekitar pukul 07.10 WIB. Begitu memasuki ruangan, ia mencium bau asap rokok yang menyengat dan melihat lemari penyimpanan laptop dalam keadaan terbuka.

“Saya sempat bertanya kepada kepala madrasah siapa yang mengambil laptop. Setelah melihat loteng sudah terbuka, baru saya sadar ruang TU telah dibobol,” katanya.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Makmur. Pihak madrasah juga menyampaikan laporan resmi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad).

Bukan Kejadian Pertama, Rentetan Pencurian Melanda Sekolah di Bireuen

MIN 18 Bireuen rupanya sudah dua kali menjadi sasaran pencurian dalam waktu berdekatan. Pada awal Juli 2026, saat masa libur sekolah, madrasah kehilangan satu unit mesin pompa air (sanyo).

Kasus pencurian di lingkungan sekolah di Bireuen memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Awal Juli lalu, tiga unit infokus dilaporkan hilang dari MAN 2 Bireuen di Cot Gapu. Kemudian pada Selasa (4/8/2026), pelaku menggasak tiga laptop dan empat telepon seluler milik pribadi di MIN 50 Bireuen, Desa Juli Cot Meurak, Kecamatan Juli.

Maraknya aksi pencurian ini menjadi perhatian serius bagi pihak madrasah dan kepolisian setempat. Kejadian berulang dengan modus serupa menunjukkan adanya celah keamanan yang perlu segera dibenahi, terutama penguatan akses masuk ruangan dan pengawasan area sekolah di luar jam operasional.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbireuen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks