Pencarian

JEMARI Sakato dan ASB Indonesia Perkuat 2 Kelompok Siaga Bencana di Mentawai, Libatkan Perempuan dan Disabilitas

Jumat, 14 Agustus 2026 • 15:27:01 WIB
JEMARI Sakato dan ASB Indonesia Perkuat 2 Kelompok Siaga Bencana di Mentawai, Libatkan Perempuan dan Disabilitas
Warga mengikuti sesi pelatihan penguatan kapasitas Kelompok Siaga Bencana di Desa Matobe, Kepulauan Mentawai, Kamis (12/2/2026).

MENTAWAI — Empat desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai selama beberapa tahun terakhir menjadi lokasi pendampingan program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang dijalankan JEMARI Sakato bersama ASB Indonesia. Dua di antaranya, Desa Matobe dan Sido Makmur, kini tengah menjalani penguatan kapasitas Kelompok Siaga Bencana (KSB) melalui serangkaian pelatihan yang berlangsung Selasa hingga Jumat, 11-14 Februari 2026.

Kegiatan yang digelar di Kecamatan Sipora Selatan ini menghadirkan narasumber dari unsur pemerintahan dan kebencanaan. Camat Sipora Selatan Amir, perwakilan BPBD Kepulauan Mentawai Taufiqa Hardi, serta FPRB Sandang Simanjuntak turut memberi materi kepada para peserta.

Mengapa Pelibatan Perempuan dan Disabilitas Jadi Prioritas?

DRC CCA Officer JEMARI Sakato, Lugi Mardion Putra, menyebut efektivitas Kelompok Siaga Bencana sangat ditentukan oleh kapasitas anggotanya. Namun, ia menyoroti masih adanya hambatan partisipasi bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana.

"Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang efektif harus mengedepankan prinsip inklusif, yaitu memastikan seluruh kelompok masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, maupun pelaksanaan kegiatan kebencanaan," jelas Lugi.

"Dalam kegiatan ini juga pelibatan perempuan dan penyandang disabilitas tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam membangun ketangguhan masyarakat," sambungnya.

Wilayah dengan Segudang Ancaman Bencana

Desa Sipora Jaya, Sido Makmur, Matobe, dan Sioban yang menjadi desa dampingan merupakan kawasan yang masuk kategori rawan bencana. Ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, abrasi pantai, hingga cuaca ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.

Kondisi geografis kepulauan yang tersebar dengan keterbatasan akses transportasi dan jarak antarwilayah yang jauh menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana di tingkat masyarakat. Karena itu, partisipasi aktif warga sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanganan awal bencana menjadi kunci utama.

Dari Ruang Kelas hingga Simulasi Evakuasi

Pelatihan yang diselenggarakan di dua desa tersebut tidak hanya berhenti pada pemberian materi di dalam ruangan. Peserta dibekali pemahaman konsep dasar manajemen bencana, peran dan fungsi DPT, kepemimpinan, hingga koordinasi dan komunikasi saat situasi darurat.

Setelah sesi pelatihan, peserta mengikuti Uji Meja atau Table Top Exercise (TTX) untuk menguji aktivasi peringatan dini serta komando dan koordinasi DPT. Sesi ini dirancang untuk menguji kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, mekanisme evakuasi, serta penanganan kelompok rentan dalam situasi darurat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi atau Emergency Drill. Dalam sesi ini, peserta mempraktikkan langsung prosedur evakuasi, penyelamatan, dan penanganan kelompok rentan secara aman dan efektif dalam kondisi yang menyerupai situasi bencana sesungguhnya.

Target: Sistem Kesiapsiagaan Desa yang Berkelanjutan

Program yang didukung pendanaan dari BMZ Jerman melalui ASB South-South East Asia ini menargetkan lima hasil konkret. Mulai dari meningkatnya pengetahuan KSB tentang manajemen bencana, tumbuhnya komitmen perempuan dan penyandang disabilitas untuk aktif di DPT, hingga menguatnya kapasitas teknis dalam evakuasi dan penyelamatan.

Pada akhirnya, pelatihan ini diharapkan membangun mekanisme kesiapsiagaan dan respons bencana berbasis masyarakat yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di desa-desa dampingan di Kepulauan Mentawai.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: minangkabaunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks