SUMATERA BARAT — Keputusan Sony untuk menghapus media fisik pada 2028 telah memicu perdebatan sengit di kalangan pemain. Meski gamer PC telah hidup di era digital selama lebih dari satu dekade, pengumuman ini tetap membuka luka nostalgia tentang apa yang hilang ketika kotak game berdebu digantikan oleh pustaka Steam yang tak berwujud.
Refleksi Seorang Gamer PC: Kenangan Tunnel B1
Josh, jurnalis PC Gamer, membagikan pengalaman pribadinya dengan Tunnel B1, game first-person shooter dari tahun 1996. Game ini adalah judul fisik pertama yang pernah ia pegang, sebuah kotak berwarna keemasan dengan pria bertopeng gas di sampul depannya.
“Saya ingat membaliknya di tangan saya, terpesona oleh tangkapan layar,” tulis Josh. “Keajaiban apa yang terkandung di dalamnya?” Sebelum memainkannya, ia telah membangun seluruh dunia imajinasi tentang game tersebut, meyakininya sebagai game terhebat yang pernah dibuat.
Realitas Tunnel B1: Game yang Mengecewakan
Setelah akhirnya memainkannya, kenyataan jauh dari imajinasi masa kecilnya. Tunnel B1 adalah game balap hovercraft dengan senapan mesin, di mana pemain melaju di jalan raya sambil menembak musuh. Gameplay-nya terasa lemah, dengan suara senjata seperti kertas kusut dan kontrol yang sulit dikuasai.
“Ini bukan Doom atau Quake; tembak-menembaknya seperti geriatrik,” candanya. Meski begitu, game tersebut tetap melekat di ingatannya, tidak seperti game bajakan lain yang ia mainkan di komputer keluarga.
Lebih dari Sekadar Nostalgia: Nilai Kotak Game Fisik
Josh berpendapat bahwa kehilangan media fisik bukan sekadar soal nostalgia belaka. Kotak game adalah wadah fisik tempat imajinasi anak-anak dapat mengalir, mengubah game biasa menjadi sesuatu yang lebih besar dan aneh dari kenyataannya.
“Saya tidak berpikir ini murni nostalgia boomer untuk mengatakan bahwa ada sesuatu yang ajaib tentang kotak videogame,” tulisnya. Momen mengamati kotak game di pusat perbelanjaan adalah bagian penting dari jatuh cinta pada videogame.
Masa Depan Digital: Apa yang Hilang?
Sony berdalih akan terus menjual kode di dalam kotak di toko ritel, tetapi arah kebijakan ini sudah jelas. Pertanyaannya sekarang, dapatkah anak-anak saat ini merasakan hal yang sama dengan halaman Steam atau unduhan App Store?
“Saya mungkin hanya pria tua yang bernostalgia untuk dunia yang—seperti semua dunia—hanya ada sesaat,” pungkas Josh. Namun, keyakinannya tetap: ada sesuatu yang hilang ketika dunia material ditinggalkan, setidaknya untuk fantasi masa kecilnya tentang isi kotak Tunnel B1.