PAINAN — Sebanyak 34 guru yang mewakili SMA dan SMK di Pesisir Selatan mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis IT yang digelar Prodi Teknologi Pendidikan UNP. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Abna Hidayati, M.Pd dan Andra Saputra, M.Pd, yang berkompeten di bidang kurikulum dan teknologi pendidikan.
Pelatihan ini dirancang berlangsung dalam tiga kali pertemuan. Tahapannya mencakup pemberian materi tentang kurikulum merdeka dan media pembelajaran, praktik pembuatan media, hingga presentasi dan validasi media yang telah dikembangkan para guru.
Media Pembelajaran Jadi Kunci Penyampaian Materi
Abna Hidayati menegaskan media merupakan unsur penting dalam kegiatan belajar mengajar. Fungsinya menyampaikan pesan pembelajaran agar lebih mudah dipahami siswa.
Dia juga mendorong para guru untuk bergabung dengan komunitas agar bisa berbagi media yang telah dibuat kepada rekan sejawat. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menularkan ilmunya kepada guru lain di sekolah masing-masing.
Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka
Ketua Pengabdian Masyarakat UNP, Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kurikulum merdeka kini sudah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga MA.
“Pelatihan pembuatan media berbasis IT dipandang penting untuk mengoptimalkan pembelajaran dalam kurikulum merdeka,” ujarnya.
Guru Garda Terdepan Implementasi Kurikulum
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Nurlena Elida, SH, menyebut guru sebagai garda terdepan dan ujung tombak dalam implementasi kurikulum. Dia mengapresiasi langkah UNP yang dinilainya sejalan dengan program pemerintah.
“Terima kasih kepada UNP dan sejalan dengan program pemerintah. Semoga sekolah dan guru di Pessel dapat mengimplementasikan di dalam pembelajaran,” tuturnya.