Pencarian

Kunjungan 21 Peraih Nobel ke Tambling, Siti Hediati Soeharto Sebut Konservasi Komitmen Jangka Panjang

Jumat, 28 Agustus 2026 • 20:19:01 WIB
Kunjungan 21 Peraih Nobel ke Tambling, Siti Hediati Soeharto Sebut Konservasi Komitmen Jangka Panjang
Para penerima Nobel mengunjungi kawasan konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation di Sumatra Barat.

SUMATERA BARAT — Kunjungan para penerima Nobel itu menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan antara pemikir global dengan pengalaman konservasi yang berlangsung di Tambling selama tiga dekade. Kawasan yang dikelola Artha Graha Peduli sejak 1996 ini mencakup 48.153 hektare hutan dan 14.089 hektare kawasan laut, dengan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, mangrove, danau, hingga rawa air tawar.

Tambling Disiapkan Jadi Pusat Riset Global

Siti Hediati Soeharto menegaskan pengalaman konservasi di Tambling membuktikan bahwa menjaga alam membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan proyek sesaat. Menurutnya, kawasan ini bisa berkembang menjadi pusat pembelajaran yang menghubungkan konservasi dengan berbagai bidang ilmu.

"Tambling memperkenalkan sesuatu yang sangat penting. Konservasi bukan sebuah proyek pendek, tetapi sebuah komitmen panjang untuk generasi ke depan," ujarnya saat menyambut para tamu kehormatan.

"Hari ini, saya percaya Tambling (Wildlife Nature Conservation) bisa menjadi sesuatu yang lebih besar. Tambling bisa menjadi laboratorium hidup, di mana alam bertemu dengan sains, teknologi, pendidikan dan hubungan internasional," tambah politisi yang akrab disapa Titiek Soeharto itu.

Ramos-Horta Sorot Kepemimpinan Tomy Winata

Presiden Timor Leste sekaligus peraih Nobel Perdamaian José Ramos-Horta menyoroti aspek kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi kepemimpinan Tomy Winata yang dipercaya mengelola Tambling selama 30 tahun.

"Satu hal yang bisa dipelajari adalah kepemimpinan. Ini adalah kepemimpinan Tomy Winata. Senang sekali bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan tanggung jawab untuk mengurus kawasan ini selama 30 tahun," ujar Ramos-Horta.

Ramos-Horta juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar dalam keberhasilan konservasi. "Anda tidak bisa melakukan apa-apa tanpa berhubungan (kolaborasi) dengan rakyat yang tinggal di sini. Mereka harus merasakannya, percaya padanya, dan kemudian mereka membuat pengalaman yang hebat. Mereka bukan penonton," tuturnya.

Rehabilitasi Harimau Sumatra Jadi Program Andalan

Salah satu program konservasi yang diperkenalkan kepada para penerima Nobel adalah Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di TWNC. Pusat ini menangani dan memulihkan harimau yang mengalami konflik sebelum dikembalikan ke habitat alaminya. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) sendiri berstatus kritis (Critically Endangered) menurut IUCN.

Upaya perlindungan satwa ini menjadi bagian dari pendekatan konservasi yang tidak hanya fokus pada satwa, tetapi juga menjaga ekosistem secara keseluruhan. Hutan yang terjaga berfungsi sebagai penyimpan karbon, pengatur tata air, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Indonesia Disebut Contoh Konservasi bagi Dunia

Ramos-Horta menilai pengalaman Indonesia dalam menjaga alam dapat menjadi pembelajaran global. Menurutnya, Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan mulai dari kebakaran hutan hingga bencana alam, justru menunjukkan praktik konservasi yang patut dicontoh.

"Indonesia sendiri adalah contoh untuk seluruh dunia," ujarnya.

Kunjungan para penerima Nobel ke Tambling menjadi kesempatan untuk melihat langsung keterkaitan antara ilmu pengetahuan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. Para tokoh yang hadir memiliki latar belakang beragam, mulai dari penerima Nobel hingga akademisi yang meneliti isu lingkungan dan perubahan iklim.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks