Pencarian

Bunda Literasi Surabaya Rintis Program Ceria Agar Buku Jadi Kebiasaan Keluarga, Bukan Sekadar Hiasan Rak

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 16:27:01 WIB
Bunda Literasi Surabaya Rintis Program Ceria Agar Buku Jadi Kebiasaan Keluarga, Bukan Sekadar Hiasan Rak
Bunda Literasi Surabaya Rini Indriyani membacakan buku kepada anak-anak dalam kegiatan program Ceria di taman baca masyarakat.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) bersama Bunda Literasi Rini Indriyani menggagas program "Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik" (Ceria) untuk menanamkan budaya membaca dari lingkungan keluarga. Langkah ini diambil karena kepemilikan buku terbukti tidak otomatis menumbuhkan minat baca anak, melainkan perlu dibiasakan melalui kegiatan rutin seperti mendongeng sebelum tidur.

SURABAYA — Sebuah buku anak kerap kali hanya menjadi pajangan di rak. Sampulnya menarik, isinya berwarna, tetapi tak pernah benar-benar dibuka. Fenomena ini yang coba dijawab Pemkot Surabaya dengan menggeser paradigma dari sekadar penyediaan fasilitas menuju pembentukan kebiasaan membaca di rumah.

Dispusip mencatat ibu kota Jawa Timur itu memiliki modal literasi yang besar. Hingga Agustus 2025, terdapat 527 titik taman baca masyarakat (TBM), 571.883 eksemplar koleksi buku, sembilan mobil perpustakaan keliling, dan satu motor perpustakaan. Rata-rata kunjungan perpustakaan mencapai 65.026 pengunjung.

Angka Capaian Literasi Berbanding Terbalik dengan Kebiasaan

Fondasi literasi sekolah di Surabaya relatif kuat. Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, sebanyak 83,36 persen satuan pendidikan jenjang SD pada 2025 telah mencapai standar kompetensi minimum literasi. Pada jenjang SMP, capaiannya bahkan lebih tinggi, yakni 93,58 persen.

Namun, kemampuan memahami bacaan tidak lantas berarti anak gemar membaca. Seorang pelajar mungkin mampu menuntaskan soal ujian, tetapi belum tentu memilih buku saat waktu luang tiba. Membaca karena tugas dan membaca karena keinginan adalah dua hal yang berbeda.

Gawai Bukan Musuh, Perlu Pendampingan Keluarga

Tantangan terbesar saat ini justru datang dari gawai. Anak-anak mendapatkan cerita, video, dan permainan dalam satu perangkat dengan kecepatan akses yang jauh lebih tinggi dibandingkan membalik halaman buku. Buku tidak lagi hanya bersaing dengan buku lain, melainkan dengan arus perhatian digital.

Alih-alih mempertentangkan keduanya, Pemkot Surabaya memilih jalan tengah. Program membaca nyaring yang dikembangkan sejak Februari 2026 menjadikan suara orang tua sebagai jembatan bagi anak sebelum mampu membaca mandiri. Suara itu pula yang menciptakan kedekatan emosional antara buku dan anak.

Dari Fasilitas Menuju Kebiasaan Hidup

Rumah memiliki posisi yang tak bisa digantikan perpustakaan maupun sekolah. Sekolah mengajarkan kemampuan, perpustakaan menyediakan bahan, tetapi rumah menentukan apakah membaca menjadi rutinitas yang wajar atau sekadar pekerjaan rumah. Anak yang melihat orang tuanya membaca akan memiliki pengalaman berbeda dibanding anak yang hanya diminta membaca.

Karena itu, setiap titik baca seperti TBM di balai RW dan pojok baca sekolah perlu dihidupkan dengan kegiatan rutin. Mendongeng, menggambar tokoh, hingga menulis ulang cerita bisa menjadi daya tarik agar anak ingin kembali. Kebijakan literasi pun perlu bergeser dari ukuran jumlah fasilitas menuju data pemanfaatan, seperti kunjungan anak dan aktivitas membaca keluarga.

Data tersebut membantu pemerintah menemukan kelurahan yang membutuhkan pendekatan berbeda. Wilayah dengan fasilitas melimpah tetapi pemanfaatan rendah tentu memerlukan solusi yang tidak sama dengan daerah yang kekurangan akses bacaan. Sekolah juga didorong memberi ruang lebih luas bagi bacaan di luar buku pelajaran, seperti sejarah lokal, cerita rakyat, dan komik pengetahuan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks