Pencarian

Beli Obat Lewat Gojek Kini Bisa 30 Menit Sampai, Ini Panduan Aman Biar Tak Kena Obat Palsu

Rabu, 03 Juni 2026 • 00:49:01 WIB
Beli Obat Lewat Gojek Kini Bisa 30 Menit Sampai, Ini Panduan Aman Biar Tak Kena Obat Palsu
GoMed di Gojek kini layani pembelian obat dengan pengantaran kurang dari 30 menit.

SUMATERA BARAT — Pernahkah Anda tiba-tiba demam di malam hari, tapi apotek 24 jam terlalu jauh? Atau butuh obat rutin untuk kondisi kronis, tapi tak sempat antre? Kini, lewat aplikasi Gojek, Anda bisa mendapatkan obat dalam waktu kurang dari satu jam — tanpa harus meninggalkan rumah.

GoMed, fitur pembelian obat di super-app Gojek, hadir dengan integrasi penuh ke platform Halodoc. Ini bukan sekadar layanan pesan-antar biasa. Pengguna bisa berkonsultasi dengan dokter secara daring, mendapatkan resep digital, langsung menebusnya, dan dalam hitungan menit obat sudah diantar driver ke depan pintu.

Beda Obat Bebas dan Obat Resep: Jangan Sampai Salah Pilih

Bagi pengguna baru, langkah pertama adalah membuka aplikasi Gojek dan mencari ikon palang medis bertuliskan GoMed. Jika tidak muncul di halaman utama, klik tombol "Lainnya" untuk menemukan daftar layanan lengkap.

Setelah masuk, Anda akan dihadapkan pada tiga kategori obat:

- Obat Bebas (lingkaran hijau): Bisa dibeli langsung tanpa resep. Cocok untuk obat sakit kepala, demam, atau vitamin. - Obat Bebas Terbatas (lingkaran biru): Bisa dibeli tanpa resep namun ada peringatan khusus, misalnya obat flu tertentu. - Obat Keras (lingkaran merah/K): Wajib menyertakan foto resep dokter yang valid. Aturan ini sesuai Peraturan Menteri Kesehatan untuk mencegah penyalahgunaan dan resistensi antibiotik.

Sistem akan mendeteksi lokasi Anda via GPS, lalu mencarikan apotek mitra terdekat — mulai dari Kimia Farma, Century, Guardian, hingga apotek lokal berizin. Tujuannya: ongkos kirim minimal dan obat sampai dalam waktu kurang dari 60 menit.

Keamanan Obat: Mengapa GoMed Lebih Aman dari Beli Sembarangan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berulang kali memperingatkan peredaran obat palsu di pasar gelap digital. Dengan GoMed, risiko itu ditekan karena rantai pasoknya terpantau digital.

Setiap apotek mitra wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA). Pesanan dikirim langsung dari apotek fisik legal ke tangan konsumen — tanpa perantara pihak ketiga yang tidak terverifikasi. Kemasan obat pun disegel rapat, menjaga privasi kondisi medis pengguna.

Pembayaran bisa dilakukan lewat GoPay, PayLater, atau kartu kredit/debit. Setelah terverifikasi, pesanan diteruskan ke driver yang akan menjemput obat di apotek.

Riwayat Transaksi: Aset Kesehatan yang Sering Terlupakan

Satu keunggulan yang jarang disadari: semua transaksi tersimpan sebagai riwayat. Ini memudahkan Anda memantau obat apa saja yang pernah dikonsumsi, dosisnya, dan kapan terakhir dibeli. Data ini bisa ditunjukkan ke dokter saat konsultasi lanjutan — membantu

Bagikan
Sumber: mawar#4193

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks