Pencarian

Pemblokiran Telegram di India Picu Lonjakan Unduhan VPN hingga 49 Persen, Signal dan Viber Ikut Kebanjiran Pengguna Baru

Jumat, 19 Juni 2026 • 11:17:01 WIB
Pemblokiran Telegram di India Picu Lonjakan Unduhan VPN hingga 49 Persen, Signal dan Viber Ikut Kebanjiran Pengguna Baru
Unduhan aplikasi VPN di India melonjak 49 persen pasca pengumuman pemblokiran Telegram.

SUMATERA BARAT — Appfigures melaporkan unduhan aplikasi VPN utama di India naik 49 persen dari rata-rata harian 139.000 menjadi 208.000 pada hari pengumuman pemblokiran. Proton VPN dan Turbo VPN mencatat kenaikan paling signifikan.

Unduhan Proton VPN di App Store India melonjak 113 persen, sementara Turbo VPN naik 85 persen. Di Google Play, kenaikan Proton VPN mencapai 64 persen dan Turbo VPN 35 persen. NordVPN juga mencatat kenaikan 41 persen di App Store, sedangkan ExpressVPN naik 31 persen di Google Play.

Lonjakan ini mendorong peringkat Proton VPN di App Store dari posisi 18 ke 5 dalam kategori Utilities antara 16-18 Juni. Di Google Play, aplikasi tersebut naik dari peringkat 8 ke 2 di kategori Tools.

Registrasi Pengguna Baru Meledak 150 Persen dalam Semalam

Proton mengonfirmasi lonjakan registrasi harian dari India sebesar 120 persen di atas level normal pada Rabu (18/6/2025). Angka itu mengikuti lonjakan per jam yang sudah mencapai 150 persen pada Selasa malam, tak lama setelah pemblokiran Telegram diumumkan.

Penyedia VPN asal Kanada, Windscribe, melaporkan tren serupa. Pendaftaran dari India memuncak sekitar 100 persen di atas baseline, sementara unduhan pertama aplikasi iOS mereka di negara itu naik sekitar 89 persen.

“Lonjakan di India mengikuti pola umum yang kami lihat di wilayah yang memblokir aplikasi tertentu, menerapkan larangan usia atau persyaratan verifikasi, atau membatasi akses internet,” ujar Rebecca Rosenberg, growth operations manager Windscribe, kepada TechCrunch.

Signal dan Viber Raup Jutaan Pengguna Baru

Pemblokiran Telegram juga mendorong pengguna beralih ke aplikasi pesaing. Appfigures mencatat unduhan Signal di India melonjak 72 persen di App Store dan 322 persen di Google Play. Viber mencatat kenaikan 216 persen di App Store.

iMe, aplikasi pesan berbasis Telegram, mencatat lonjakan paling tajam. Unduhannya di Google Play melonjak dari rata-rata 827 per hari menjadi 50.900 pada 16 Juni 2025.

Pengguna Aktif Telegram Justru Naik 17 Persen

Meski diblokir, data Sensor Tower menunjukkan jumlah pengguna aktif harian Telegram di India justru naik 17 persen pada hari pengumuman. Angka itu menjadi kenaikan harian terbesar sejak pemadaman massal layanan Meta pada 2021.

Cloudflare Radar juga mencatat lonjakan permintaan DNS untuk domain Telegram di India selama dua hari setelah pemblokiran. Namun, Cloudflare mengingatkan lalu lintas DNS yang tinggi belum tentu menandakan akses berhasil, bisa juga mencerminkan percobaan berulang pengguna yang gagal mengakses platform.

Pemerintah Vs Telegram: Konten Spesifik vs Blokir Total

Pemerintah India membatasi Telegram hingga 22 Juni karena kekhawatiran penipu menggunakan platform itu untuk menyebarkan soal palsu menjelang ujian ulang NEET (National Eligibility cum Entrance Test), ujian masuk perguruan tinggi dengan jumlah peserta terbanyak di India. Pemerintah menyebut langkah ini bersifat sementara dan terkait dengan pelaksanaan ujian.

Telegram menggugat perintah tersebut ke Pengadilan Tinggi Delhi. Kuasa hukum Telegram menyatakan perusahaan telah menghapus saluran yang diidentifikasi pemerintah dan mempertanyakan perlunya pemblokiran total yang memengaruhi lebih dari 150 juta pengguna di India.

Jaksa Agung India, Tushar Mehta, membela langkah tersebut sebagai respons sementara yang terikat peristiwa. Ia menyebut larangan permanen bisa menimbulkan masalah proporsionalitas, tetapi pembatasan saat ini memiliki “hubungan logis” dengan tujuan yang dikejar. Pengadilan Tinggi Delhi menunda putusan dan dijadwalkan mengumumkannya pada Jumat (20/6/2025).

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks