PADANG — Jembatan Kalawi Limau Manih di Pauh, Padang, Sumatera Barat, masih dalam kondisi rusak parah akibat banjir bandang yang melanda November 2025. Para pengendara terpaksa memanfaatkan akses darurat yang dibuat di samping jembatan utama untuk bisa melintas, Selasa (7/7/2026).
Akses Darurat Jadi Andalan Warga
Akses darurat itu kini menjadi jalur utama bagi warga yang hendak menuju Kampus Universitas Andalas (Unand), pusat kota Padang, serta fasilitas kesehatan di sekitarnya. Kondisi ini berlangsung selama berbulan-bulan tanpa kejelasan kapan perbaikan permanen dimulai.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kendaraan roda dua dan roda empat harus melambat saat melewati jalur sementara yang hanya selebar satu mobil. Risiko kecelakaan dan kemacetan di jam sibuk pun meningkat.
Pemerintah Pusat dan Legislator Siapkan Rekonstruksi
Pihak legislator bersama pemerintah pusat dikabarkan tengah merencanakan pembangunan kembali jembatan yang ambruk itu. Rencana ini muncul setelah berbagai laporan dari warga dan akademisi Unand yang mengeluhkan sulitnya akses transportasi selama hampir setahun terakhir.
Belum ada angka pasti soal anggaran yang dialokasikan untuk proyek rekonstruksi tersebut. Namun, sumber di lingkungan DPRD Sumatera Barat menyebutkan bahwa usulan sudah masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur daerah.
Jalur Vital yang Terputus
Jembatan Kalawi Limau Manih bukan sekadar akses biasa. Infrastruktur ini menjadi penghubung utama antara kawasan perbukitan Pauh dengan pusat kota Padang. Bagi mahasiswa dan tenaga pengajar Unand, jembatan ini memangkas waktu tempuh hingga separuh dibandingkan jalur alternatif lain.
Selain itu, jembatan ini juga menjadi akses tercepat menuju rumah sakit rujukan di Padang. Warga berharap pembangunan kembali tidak molor seperti proyek-proyek infrastruktur pascabencana sebelumnya.
Banjir Bandang November 2025: Penyebab Utama Kerusakan
Banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu menjadi penyebab utama ambruknya jembatan tersebut. Material kayu dan sampah yang tersangkut di pilar jembatan saat banjir diduga memperparah kerusakan struktur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari Pemkot Padang maupun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Barat mengenai jadwal pasti dimulainya rekonstruksi. Warga hanya bisa berharap agar akses darurat yang ada tetap aman hingga jembatan baru selesai dibangun.