SUMATERA BARAT — Spanyol akan berhadapan dengan Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026, sebuah laga yang di atas kertas mungkin tidak se-glamor partai lain. Namun, pertandingan ini menyimpan drama tersendiri: sejauh mana Lamine Yamal mampu keluar dari bayang-bayang performa buruknya di turnamen ini?
Masalah Yamal: Bintang Meredup di Amerika Utara
Yamal tiba di Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu pemain paling ditakuti di dunia. Kenyataannya, ia tampil "sangat buruk" menurut standarnya sendiri. Sepanjang fase grup dan babak 16 besar, kontribusinya untuk La Roja minim—jauh dari dominasi yang ditunjukkan di level klub.
Pelatih Luis de la Fuente menghadapi dilema. Meski lini pertahanan Spanyol menjadi yang terbaik di turnamen, lini depan mereka tumpul tanpa kilatan individu Yamal. Belgia, yang datang tanpa beban ekspektasi tinggi seperti era Golden Generation, justru tampil semakin garang.
Belgia Tanpa Beban, De Bruyne dan Doku Jadi Ancaman
Belgia memulai turnamen dengan dua hasil imbang. Namun, kebangkitan dramatis melawan Senegal diikuti performa kilat saat menghancurkan Amerika Serikat di babak berikutnya. Tim asuhan Domenico Tedesco ini menemukan ritme mereka.
Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku adalah pemecah permainan utama. Jika Yamal kembali gagal tampil, duet kreatif Belgia itu bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Spanyol. "Kami bermain lebih bebas sekarang," kata De Bruyne dalam wawancara jelang laga. "Tidak ada yang memasang kami sebagai favorit, dan itu membuat kami berbahaya."
Belgia membutuhkan kombinasi Yamal yang buruk dan ketajaman mereka sendiri untuk menang. Jika hanya satu dari dua skenario itu terjadi, Spanyol tetap diunggulkan untuk lolos ke semifinal.
Prediksi: Pertarungan Taktik dan Insting
Spanyol memiliki lini belakang paling solid di turnamen, tetapi Belgia punya daya gedor yang tidak terduga. Kunci pertandingan ada di tangan Yamal. Jika ia akhirnya "menyalakan pembakar" di laga krusial ini, lini belakang Belgia akan kewalahan.
FourFourTwo memprediksi kemenangan tipis Spanyol. Yamal akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen, Dani Olmo menambah keunggulan, namun Kevin De Bruyne memperkecil skor untuk Belgia.
Prediksi skor: Spanyol 2-1 Belgia.
Pencetak gol: Lamine Yamal, Dani Olmo – Kevin De Bruyne.