PADANG PARIAMAN — Aktivitas warga di Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, perlahan kembali normal. Mereka kembali mengendarai sepeda motor melintasi akses penyeberangan sementara yang dibangun di atas sungai yang sebelumnya sempat berpindah aliran akibat bencana hidrometeorologi.
Pantauan Jumat (31/7/2026), jembatan yang rusak akibat terjangan bencana tahun lalu kini difungsikan kembali. Pemerintah setempat memanfaatkan bangunan tersebut sebagai akses darurat bagi warga yang hendak menyeberang, sembari menunggu proses pembangunan jembatan permanen dimulai.
Akses Darurat Menggantikan Fungsi Rakit
Sebelumnya, warga terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai karena akses darat terputus total. Kondisi itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya pemerintah melakukan normalisasi sungai di wilayah terdampak bencana.
Setelah aliran sungai dikembalikan ke jalur semula, jembatan yang rusak dinilai aman untuk dimanfaatkan sebagai akses penyeberangan sementara. Langkah ini menjadi solusi cepat agar mobilitas warga tidak lagi bergantung pada rakit yang memakan waktu lebih lama.
Menunggu Pembangunan Jembatan Permanen
Pemanfaatan jembatan rusak ini bersifat sementara. Pemerintah daerah disebut telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.
Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pasti dimulainya konstruksi jembatan baru tersebut. Namun, pemanfaatan akses darurat ini setidaknya memberikan kelancaran mobilitas bagi warga yang sehari-hari bergantung pada akses penyeberangan untuk beraktivitas ekonomi dan sosial.