SUMATERA BARAT — Laga play-off melawan Manila Digger menjadi pintu masuk Persib Bandung untuk mengukir sejarah di kompetisi antarklub Asia. Pertandingan akan digelar di kandang sendiri, memberikan keuntungan tersendiri bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Namun, persiapan matang tetap menjadi prioritas utama, dan Persib saat ini tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali United sembari mengikuti Dewata Challenge Series 2026 melawan Sabah FC dan Bali United.
FC Seoul: Tim Unggulan dengan Bek Timnas Yordania
FC Seoul menempati pot satu dalam undian dan menjadi tim terkuat di Grup E. Klub asal Korea Selatan ini ditangani Kim Gi-dong dan memiliki skuad yang dipenuhi pemain berpengalaman. Perhatian utama tertuju pada bek Timnas Yordania, Yazan Al-Arab, yang berusia 30 tahun dan tampil di Piala Dunia 2026.
Selain Yazan, lini tengah FC Seoul diperkuat Juan Antonio Ros. Gelandang asal Spanyol itu punya rekam jejak karier di Barcelona B, Celta B, Villarreal B, Lugo, dan Albacete sebelum berkarier di Asia. Kombinasi pengalaman Eropa dan ketangguhan fisik Asia membuat FC Seoul menjadi lawan yang sulit ditaklukkan.
Melbourne Victory: Juan Mata Jadi Andalan di Lini Serang
Melbourne Victory lolos ke ACL 2 setelah finis di peringkat keempat Liga Australia musim lalu. Stabilitas performa di kompetisi domestik menjadi modal utama mereka untuk bersaing di level Asia. Nama besar Juan Mata, mantan pemain Manchester United dan Chelsea, menjadi daya tarik utama skuad ini.
Pada musim lalu, gelandang asal Spanyol itu mencatatkan lima gol dan 12 assist dari 25 penampilan. Angka tersebut membuktikan bahwa Mata masih mampu menjadi kreator serangan meski usianya tak lagi muda. Ada pula keterkaitan historis antara Melbourne Victory dan Persib, yakni Marcos Flores yang pernah membela kedua klub pada musim 2016.
The Cong-Viettel: Kekuatan Brasil dan Skuad Berlabel Timnas Indonesia
The Cong-Viettel menutup musim lalu sebagai runner-up liga domestik Vietnam. Tim asuhan Igor Tolic ini diperkuat sepuluh pemain asing, dengan enam di antaranya berasal dari Brasil. Kedalaman skuad menjadi senjata utama mereka untuk bersaing di Grup E.
Menariknya, The Cong-Viettel juga memiliki dua pemain berlabel Timnas Indonesia, yakni Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh. Kehadiran mereka tentu menambah warna tersendiri dalam laga melawan Persib nanti, sekaligus menjadi ujian mental bagi skuad Maung Bandung.
Jika Persib gagal melewati Manila Digger, mereka akan turun ke AFC Challenge League 2026/2027 bersama Borneo FC. Namun, dengan persiapan yang sedang berjalan dan dukungan penuh Bobotoh di GBLA, target lolos ke Grup E bukan sekadar mimpi.